Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Multifinance Adu Inovasi Platform Digital, Siapa Paling Nendang?

Sejumlah emiten pemain elit industri pembiayaan mulai beradu inovasi mengembangkan platform digital sendiri. Terbaru, WOM Finance meluncurkan aplikasi Kawan sebagai kanal pembiayaan digital.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  15:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemain industri pembiayaan alias multifinance/leasing mulai serius beradu inovasi dengan membangun berbagai platform digitalnya sendiri.

Banyak dari pelaku industri menggunakan digitalisasi sebagai kanal penyalur pembiayaan secara daring. Sebagian lainnya memilih strategi membangun platform untuk merangkul suatu ekosistem digital tertentu. Bahkan, ada pula yang sengaja terjun ke dunia maya demi menarik hati kaum muda.

Emiten pembiayaan sepeda motor, modal kerja UMKM, dan kredit multiguna PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance/WOMF) menjadi salah satu contoh multifinance yang baru saja memperkenalkan inovasi digital terbarunya sebagai kanal pembiayaan daring.

WOMF meluncurkan aplikasi bertajuk Kawan dalam dua versi, yaitu untuk konsumen dan mitra kerja seperti agen dan dealer motor. Hal itu demi memudahkan konsumen maupun mitra kerja dalam mengakses segala produk pembiayaan perseroan.

"Harapannya, Kawan mampu menjangkau masyarakat yang masih kesulitan memperoleh akses keuangan secara umum, juga berada di wilayah yang jauh dengan kantor cabang WOM Finance," ungkap Direktur Pemasaran WOMF Wibowo dalam acara peluncuran Kawan, Selasa (22/2/2022).

Adapun, anak usaha PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) ini berharap akan ada 100.000 pengguna Kawan pada tahun ini, baik dari masyarakat umum, maupun 350.000 konsumen eksisting WOMF. Strategi ini diharapkan mampu menolong target kenaikan pembiayaan baru ke Rp5,5 triliun pada akhir tahun nanti.

Serupa, PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) juga terus mengoptimalkan platform digitalnya bernama Mantis untuk mempertahankan pangsa pasar di area rural. Bedanya, MFIN memfokuskan pengguna Mantis untuk bisa secara langsung menjadi agen Mandala Finance.

Direktur Teknologi Informasi MFIN Felix Nugroho menjelaskan bahwa pengguna yang berhasil ikut menawarkan pembiayaan motor, multiguna, elektronik, furnitur, dan lain-lain, akan mendapat komisi menarik. Komisi akan diterima agen Mantis melalui e-wallet yang bisa ditransfer langsung ke rekening bank atau bisa diambil di cabang Mandala terdekat.

"Kami bahkan punya contoh konsumen yang punya cicilan di kami, nilainya bisa tertutup dengan komisi menjadi agen Mantis. Ini gambaran nyata kami tumbuh bersama pengguna. Saat ini, sudah 47.406 orang yang terdaftar sebagai agen Mantis. Kami optimis akan mendapatkan lebih dari 100.000 agen di akhir 2022 ini," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (23/2/2022).

Felix menambahkan pihaknya pun telah melengkapi Mantis dengan beberapa fitur baru. Selain menawarkan produk pembiayaan Mandala Finance, agen Mantis juga dapat berjualan pulsa dan paket data berbagai provider dengan harga terjangkau.

Sebagai aplikasi multiguna, Mantis juga menyediakan Payment Point Online Banking (PPOB) yang dapat menjadi tambahan produk yang ditawarkan; pembayaran tagihan listrik pascabayar atau prabayar (token), PDAM, BPJS dan lainnya.

Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) mulai mengintegrasikan aplikasi adiraku dengan tiga platform lain yang dibangunnya, yaitu marketplace kendaraan momobil.id dan momotor.id, serta platform layanan pemesanan servis kendaraan moservice.id.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menjelaskan bahwa integrasi semua platform digital ADMF ke dalam adiraku merupakan strategi memberikan solusi keuangan yang komprehensif di seluruh ekosistem industri otomotif. Mulai dari pembelian, perawatan, sampai pembiayaan untuk suku cadang dan aftermarket otomotif.

Strategi ini terbilang mirip dengan Grup Astra lewat aplikasi MOXA, yang berisi 'rombongan' layanan keuangan di bawah naungan Astra Financial atau PT Sedaya Multi Investama.

Bedanya, Grup Astra mengandalkan platform teknologi finansial (tekfin) P2P lending Maucash dan tekfin dompet digital AstraPay dalam hal pembiayaan berskema paylater di ranah servis dan suku cadang kendaraan. Sementara semua multifinance Astra Financial lebih fokus melayani kredit kendaraan di segmen masing-masing.

Terakhir, emiten pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) juga memiliki inisiatif digital untuk memperluas layanannya, berupa membangun anak usaha di bidang teknologi finansial PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT) alias Pinjam Modal.

Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi menjelaskan bahwa keberadaan Pinjam Modal akan memperluas cakupan bisnis, di mana BFIN bisa menjadi pendana (lender) institusi Pinjam Modal yang akan menyalurkan pinjamannya ke pelaku UMKM dalam ekosistem digital.

Artinya, Pinjam Modal akan menjadi alat BFIN untuk masuk melayani ekosistem digital yang membutuhkan pembiayaan sektor produktif bertenor singkat secara cepat atau seamless, langsung dari platform digital milik mitra kerja.

Sebagai gambaran, contoh mitra Pinjam Modal yang telah terealisasi, antara lain ekosistem shipper Ninja Xpress, pelaku UMKM Sahabat SiCepat, paylater untuk kulakan pedagang pasar di platform GrosirOne, dan terbaru menggandeng ekosistem distributor FMCG keliling bernama Boom Motorist.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top