Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredivo Gagal IPO Melalui SPAC di Bursa AS, Ini Alasannya

Berdasarkan keterangan VPCB, gagalnya aksi korporasi ini merupakan dampak kondisi pasar yang bergejolak dan adanya beberapa masalah di luar kendali yang mengancam penundaan transaksi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  15:39 WIB
Kredivo Gagal IPO Melalui SPAC di Bursa AS, Ini Alasannya
Kredivo adalah solusi kredit instan yang memberikan kamu kemudahan untuk beli sekarang dan bayar nanti dalam 30 hari tanpa bunga atau dengan cicilan 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan (bunga 2,6 per per bulan). - Kredivo

Bisnis.com, JAKARTA - FinAccel Pte Ltd, induk platform penyedia layanan pembiayaan skema bayar tunda atau paylater Kredivo (PT FinAccel Finance Indonesia), membatalkan aksi korporasi untuk menjadi perusahaan terbuka di Amerika Serikat.

Sekadar informasi, pada Agustus 2021 lalu, Kredivo berencana merger dengan perusahaan cangkang (Special Purpose Acquisition Company/SPAC) bernama VPC Impact Acquisition Holdings II (NASDAQ: VPCB).

VPCB sendiri merupakan perusahaan investasi asal AS, Victory Park Capital Advisors LLC (VPC) yang telah lama bermitra dengan Kredivo. VPC sempat mengguyurkan pendanaan lini kredit kepada Kredivo pada Juli 2020 dan Juli 2021, yang totalnya mencapai US$200 juta.

Berdasarkan keterbukaan informasi VPCB dari laman US Securities and Exchange Commission (SEC) yang diunggah pada Senin, 14 Maret 2022, gagalnya aksi korporasi ini merupakan dampak kondisi pasar yang bergejolak dan adanya beberapa masalah di luar kendali yang mengancam penundaan transaksi.

"Penundaan di luar kontrol kami dan Kredivo berpengaruh terhadap timeline transaksi kami, dan membawa penutupan transaksi berdasarkan persyaratan perjanjian menjadi infeasible," jelas Gordon Watson, Co-CEO VPCB sekaligus Partner di VPC dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (15/3/2022).

Namun, kendati aksi korporasi ini tak terealisasi, Gordon mengungkap kepercayaan VPC pada peluang pasar yang sangat besar untuk kredit konsumen digital dan layanan perbankan di Asia Tenggara belum luntur.

Buktinya, VPC berencana memimpin putaran pendanaan senilai US$145 juta di Kredivo. Dalam keterangan VPCB, turut terungkap kemungkinan beberapa stakeholder dari VPCB dan para investor yang telah memegang komitmen Private Investment in Public Equity (PIPE) di Kredivo juga akan turut serta.

"Investasi berkelanjutan kami di Kredivo mencerminkan pandangan kami bahwa perusahaan berada pada posisi yang baik untuk menghadirkan produk-produk inovatif dan menangkap pangsa pasar dalam jangka panjang. Kami berharap dapat melanjutkan kemitraan kami dengan Akshay dan seluruh tim manajemen Kredivo," tambahnya.

Akshay Garg, Co-Founder dan CEO FinAccel mengungkap bahwa meskipun kondisi pasar yang tidak menguntungkan telah menghentikan rencana pihaknya untuk go public (IPO), tetap ada berkah lain, yaitu berupa hubungan yang lebih dalam dan kuat dengan VPC.

"Kami senang untuk memperdalam hubungan kami dengan VPC dan investor berkualitas tinggi lainnya melalui putaran pendanaan swasta baru. Kami menghargai dukungan dari investor kami karena kami terus di jalan untuk mewujudkan visi jangka panjang dan strategi pertumbuhan kami untuk menjadi platform layanan keuangan digital terkemuka di Asia Tenggara," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo bursa as kredivo
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top