Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produk 'Paylater' Servis Kendaraan Sampai Beli Onderdil Bakal Naik Daun, Ini Alasannya!

Kebutuhan konsumen pemilik kendaraan akan produk-produk pembiayaan after-sales terbilang besar. Sebab, selama ini aksesnya baru bisa dilayani oleh kartu kredit perbankan
Ilustrasi servis mobil. /Auto2000
Ilustrasi servis mobil. /Auto2000

Bisnis.com, JAKARTA — Langkah industri pembiayaan (multifinance) yang mulai mencoba peruntungan melirik produk-produk pembiayaan buat ekosistem otomotif di samping penjualan kendaraan, berpotensi menjadi tren di masa depan.

Sebagai gambaran, Grup Astra (ASII) mulai menjajaki strategi ini lewat peluncuran produk bayar tunda (paylater) di AstraPay untuk transaksi servis atau pembelian onderdil di Toyota Auto2000, bengkel Isuzu, dan servis sepeda motor Honda di AHASS.

Adira Finance pun tak mau kalah. Caranya, dengan mengembangkan aplikasi Adiraku yang terhubung dengan platform marketplace kendaraan momobil.id dan momotor.id, serta platform layanan pemesanan servis kendaraan moservice.id. Tujuannya, memberikan solusi keuangan yang komprehensif dari pembelian, perawatan, sampai pembiayaan buat aftermarket kendaraan terkait.

Sementara itu, Mandiri Utama Finance (MUF) mencoba masuk ke ranah pembiayaan kendaraan premium dan antik, lewat strategi membangun jaringan dengan komunitas otomotif. Bahkan, MUF tengah merancang skema trade-in, di mana apabila beberapa tahun setelah transaksi pertama debitur sudah bosan, MUF bisa turut mengakomodasi debitur berganti kendaraan sejenis.

Jodjana Jody, pengamat industri pembiayaan dan otomotif mantan bos bos Auto2000 (2010) dan Astra Credit Companies (2015) mengungkap bahwa inovasi para pemain merupakan hal positif di tengah tren belum bangkitnya penyaluran kredit dari penjualan kendaraan.

"Fenomena ini merupakan contoh diverifikasi para pemain dalam hal penyaluran pembiayaan di sektor otomotif. Sama halnya dengan pembiayaan investasi dan modal kerja buat showroom atau dealer kendaraan. Mereka ini, kan, bisa disebut ekosistem otomotif juga, tapi di sektor produktif," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (17/3/2022).

Menurut Jody, kebutuhan konsumen pemilik kendaraan akan produk-produk pembiayaan after-sales pun terbilang besar. Sebab, selama ini aksesnya baru bisa dilayani oleh kartu kredit perbankan.

Oleh sebab itu, inovasi ini bisa menjadi jalan multifinance yang bermain di sektor otomotif untuk mempertahankan pelanggan, yang akhirnya turut berguna mempercepat pemulihan aset piutang pembiayaan yang selama dua tahun belakangan anjlok karena pandemi Covid-19.

"Terlebih, kalau leasing belum mampu membuat produk semacam itu, saat ini terbuka kemungkinan menggandeng pemain fintech. Karena fintech itu sudah terbiasa dan mampu membuat produk sejenis paylater, pinjaman tenor pendek. Leasing jadi bisa melayani debitur aktif [memiliki utang] yang kendaraannya rusak dan butuh pinjaman cepat buat beli onderdil, misalnya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper