Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank BJB (BJBR) Proyeksikan Kredit Sindikasi Lebih Semarak pada 2022

Kredit sindikasi diproyeksi akan lebih semarak pada tahun ini, didorong sektor-sektor unggulan yang pulih lebih dahulu dari dampak pandemi Covid-19.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 07 April 2022  |  20:20 WIB
Ilustrasi PT Bank Jabar Banten Tbk - Bisnis.com
Ilustrasi PT Bank Jabar Banten Tbk - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR), Yuddy Renaldi, memproyeksikan kredit sindikasi pada 2022 akan jauh lebih semarak dibandingkan tahun lalu.

“Apalagi banyak proyek strategis nasional yang dikejar. Sektor-sektor unggulan yang pulih lebih dahulu dari dampak pandemi Covid-19 pun permintaannya akan lebih besar tahun ini,” tutur Yuddy kepada Bisnis, Kamis (7/4/2022).

Yuddy menambahkan bahwa Bank BJB lebih dominan melakukan ekspansi pada sektor infrastruktur, perdagangan, dan industri pengolahan. Namun, lanjutnya, hal tersebut tidak menutup laju ekspansi perseroan pada sektor ekonomi lainnya.

“Selama kami lihat memiliki prospek yang baik, juga masuk pada risk appetite kami. Di tahun ini kami memproyeksikan pertumbuhan kredit dari segmen korporasi dan komersial mencapai sebesar 14 persen hingga 16 persen secara tahunan,” pungkasnya.

Bank BJB bersama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat atau Bank Sulselbar baru saja menyalurkan kredit sindikasi kepada PT Ceria Metalindo Prima (CMP) yang merupakan bagian dari PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Grup.

Total pembiayaan kepada CMP mencapai nilai sebesar US$277,69 juta atau sekitar Rp3,98 triliun (kurs Rp14.368,3 per dolar AS). Yuddy menuturkan bahwa dari total nilai tersebut, Bank BJB berpartisipasi senilai Rp200 miliar.

Kredit sindikasi ini disalurkan untuk membangun proyek smelter pengolahan bijih nikel laterit Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan infrastruktur pendukung operasional RKEF1 di Lapao Pao, Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan tenor hingga 9 tahun. Dalam perjanjian ini Bank Mandiri bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengharapkan kerja sama ini dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, memberikan nilai tambah bagi industri di dalam negeri, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bjb bjbr kredit sindikasi
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top