Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Sindikasi Rp3,98 Triliun ke PT Ceria Metalindo Prima

Kredit sindiikasi dari Bank Mandiri (BMRI) Bank BJB (BJRB), dan BPD Sulselbar akan digunakan PT Ceria Metalindo Prima untuk membangun proyek smelter pengolahan bijih nikel.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 07 April 2022  |  10:48 WIB
Karyawan melintas di dekat logo milik Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (8/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di dekat logo milik Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (8/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) bersama dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB dan PT BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) menyalurkan kredit sindikasi senilai Rp3,98 triliun. 

Hal ini diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi atas Fasilitas Term Loan kepada PT Ceria Metalindo Prima (CMP) yang merupakan bagian dari PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Grup dengan nilai total pembiayaan sebesar US$277,69 juta atau sekitar Rp3,98 triliun (kurs Rp14.368,3 per dolar AS). 

Kredit sindikasi ini disalurkan untuk membangun proyek smelter pengolahan bijih nikel laterit Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang terdiri dari sebuah pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF1) dan infrastruktur pendukung operasional RKEF1 di Lapaopao, Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan tenor hingga 9 tahun. 

Adapun, dalam perjanjian ini Bank Mandiri bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner. 

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengharapkan kerja sama ini dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, memberikan nilai tambah bagi industri di dalam negeri, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. 

“Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi hari ini terasa sangat spesial karena menjadi tonggak sejarah bukan hanya bagi Ceria Nugraha Indotama Group namun juga bagi Bank Mandiri,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Kamis (7/4/2022). 

Darmawan menambahkan kesepakatan pembiayaan tersebut juga menjadi bukti komitmen BMRI dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Sementara itu, CNI dan Bank Mandiri merancang skema pembiayaan secara project finance, yang juga merupakan project pembiayaan di mana Bank Mandiri menjadi Structuringdan Coordinating Bank. 

Perlu diketahui, pembiayaan kepada CMP ini berfokus pada pembangunan pabrik smelter ferro nickel, yang nantinya diharapkan akan mempermudah akses produksi dan distribusi olahan nikel baik dari maupun kepada masyarakat Indonesia secara umum. 

“Kami berharap dengan pembiayaan fasilitas Term Loan ini, dapat membantu Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam dinamika pasar nikel bagi pengembangan industri lokal nikel berikut turunannya, serta mendukung program pemerintah terkait percepatan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah pada komoditas mineral Indonesia,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank mandiri bank bjb bank sulselbar kredit sindikasi
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top