Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baru 3 Tahun Berdiri, Ini Kinerja TOB Insurance Bentukan TP Rachmat dan Anton Setiawan

Kendati masih berusia muda dan langsung mendapat tekanan pandemi Covid-19, perusahaan asuransi umum PT Asuransi Total Bersama (TOB Insurance) tampak masih mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 02 Mei 2022  |  23:39 WIB
Baru 3 Tahun Berdiri, Ini Kinerja TOB Insurance Bentukan TP Rachmat dan Anton Setiawan
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati masih berusia muda dan langsung mendapat tekanan pandemi Covid-19, perusahaan asuransi umum PT Asuransi Total Bersama (TOB Insurance) tampak masih mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja.

Berdasarkan laporan keuangan TOB Insurance yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, salah satu indikator ini tampak dari sisi aset yang berhasil mencapai Rp744,73 miliar, tercatat tumbuh 29,6 persen (year-on-year/yoy) ketimbang tahun lalu.

Terbagi aset investasi Rp449,79 miliar yang naik 29,4 persen (yoy) dan aset bukan investasi Rp294,93 miliar yang naik 30,1 persen (yoy). Sebagai perbandingan, aset TOB Insurance pada 2019 baru Rp421,96 miliar, kemudian naik menjadi Rp574,26 miliar pada 2020.

Jumlah premi neto perusahaan yang melayani produk asuransi kendaraan bermotor, harta benda, kecelakaan diri, pengangkutan, dan aneka ini naik dari Rp206,48 miliar menjadi Rp339,88 miliar. Pendapatan underwriting pun naik dari Rp133,95 miliar menjadi Rp222,33 miliar.

Kendati jumlah beban klaim neto naik dari Rp62,59 miliar menjadi Rp92,69 miliar, hasil underwriting tercatat masih bisa naik signifikan dari Rp71,36 miliar menjadi Rp129,63 miliar.

Lewat kinerja underwriting positif ini, TOB Insurance tampak masih bisa lebih fleksibel meningkatkan komponen beban usaha seperti pemasaran, pegawai, dan lain-lain, tanpa mengurangi potensi cuan.

Tepatnya, laba usaha asuransi naik 91 persen (yoy) mencapai Rp26,29 miliar, sementara laba setelah pajak naik 54 persen (yoy) menjadi Rp19,61 miliar dari sebelumnya Rp12,73 miliar. Laba ini tercatat telah menutup rugi bersih tahun pertama TOB Insurance beroperasi, yang ketika itu minus Rp7,67 miliar.

Namun demikian, tingkat solvabilitas alias risk based capital (RBC) TOB Insurance tercatat turun dari 386 persen menjadi 237 persen, terutama karena peningkatan modal minimum berbasis risiko (MMBR). Adapun, rasio likuiditas masih 225 persen, rasio kecukupan investasi 124 persen, dan rasio beban terhadap premi neto 98 persen.

Sebagai informasi, TOB Insurance mendapatkan izin operasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 Januari 2019, buah kolaborasi PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group) yang merupakan bagian dari Triputra Group besutan Theodore Permadi Rachmat dan PT Ananta Andal Prima besutan Anton Setiawan yang merupakan pendiri Tunas Group.

Saat ini, kedua entitas pun masih terlihat jelas menempatkan para punggawanya di TOB Insurance, tepatnya lewat Komisaris Tunas Group alias Tunas Ridean (TURI) Hong Anton Leoman selaku Komisaris Utama, serta CEO Daya Group Krisgianto Lilikwargawidjaja selaku Komisaris.

Terkini, kepemilikan saham TOB Insurance 25 persen dipegang PT Sepakat Terus Bersama, sementara Daya Group dan Ananta Andal Prima sama-sama memegang 15 persen, Hong Anton Leoman 7,75 persen, dan pemegang saham lainnya dengan kepemilikan 7 persen mencapai 37,25 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otoritas jasa keuangan asuransi umum tob insurance
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top