Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih Induk UOB Indonesia Turun 11 Persen pada Kuartal I/2022

Sekadar informasi, pada 3 bulan pertama 2022 UOB Group menyalurkan total pinjaman sebesar S$320 miliar, tumbuh 9 persen dibandingkan dengan kuartal I/2022.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  12:54 WIB
Laba Bersih Induk UOB Indonesia Turun 11 Persen pada Kuartal I/2022
UOB Indonesia - uob.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - UOB Group (UOB), induk dari Bank UOB Indonesia, membukukan laba bersih sebesar 906 juta Dolar Singapura (S$) atau setara dengan Rp9,46 triliun pada kuartal I/2022, turun 11 persen dibandingkan dengan kuartal IV/2021 atau kuartal ke kuartal (QoQ) di tengah volatilitas pasar. 

Wee Ee Cheong, Deputy Chairman and CEO, UOB mengatakan ketegangan geopolitik imbas perang Rusia dan Ukraina serta ketidakpastian dari prospek pertumbuhan global telah mendorong munculnya volatilitas pasar. 

“Kendati demikian, bisnis inti UOB bertahan dengan baik berkat pertumbuhan pinjaman yang berkualitas, rekor biaya terkait pinjaman, serta margin yang lebih baik,” kata Wee dalam siaran pers, Senin (9/5/2022). 

Sekadar informasi, pada 3 bulan pertama 2022 UOB Group menyalurkan total pinjaman sebesar S$320 miliar, tumbuh 9 persen dibandingkan dengan kuartal I/2022. Adapun khusus di Indonesia, pembiayaan yang telah disalurkan tercatat sebesar S$10 miliar, tumbuh 1 persen year on year/yoy. 

Di Asia Tenggara, UOB paling gencar menyalurkan kredit di Singapura dengan nilai mencapai S$162 miliar, tumbuh 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Pada kuartal I/2022, UOB Group juga berhasil mengumpulkan dana sebesar S$362 miliar dari nasabah ritel. Tumbuh 9 persen yoy. Dana yang dihimpun dari Indonesia tercatat sebesar S$10 miliar, tumbuh 8 persen yoy. 

Adapun secara totol, jika digabungkan dengan dana yang dihimpun dari segmen korporasi, tercatat sebesar S$418 miliar, tumbuh 9 persen yoy. 

Selain mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan dana yang dihimpun, lanjut Wee, UOB juga berhasil melakukan integrasi dengan Citi termasuk dalam inisiatif digital. 

Perseroan juga terus berupaya mendukung ekonomi hijau untuk membuat dampak positif, yang saat ini upaya tersebut mulai terlihat hasilnya. UOB berencana untuk mengumumkan rencana nol bersih pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank uob indonesia
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top