Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir Dorong Penyaluran Kredit UMKM Bisa Capai 30 Persen

Menteri BUMN Erick Thohir ingin mendorong agar porsi penyaluran kredit UMKM bisa mencapai 30 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 15 Mei 2022  |  13:54 WIB
Menteri BUMN Erick Tohir saat menghadiri Halal Bihalal Agen BRILink di Surabaya, Sabtu (14/5 - 2022). Bisnis / Peni Widarti
Menteri BUMN Erick Tohir saat menghadiri Halal Bihalal Agen BRILink di Surabaya, Sabtu (14/5 - 2022). Bisnis / Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Kementerian BUMN mendorong kontribusi penyaluran kredit bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) oleh perbankan bisa mencapai 30 persen guna memacu perekonomian rakyat.

Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan saat ini posisi kontribusi penyaluran kredit bagi UMKM masih sekitar 20 persen. Dia berharap penyaluran kredit UMKM ini bisa digenjot hingga 30 persen.

“Kemarin sesudah Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, Amerika Serikat lewat, China pun lewat. Tapi kalau melihat data-data, padahal pembiayaan UMKM di Indonesia baru 20 persen dari total pembiayaan perbankan tapi pertumbuhannya luar biasa,” ujarnya saat Halal Bihalal BRILinkers di Surabaya, Sabtu (14/5/2022).

Bahkan, lanjutnya, Malaysia dan Thailand telah mencapai pembiayaan UMKM hingga 50 persen. Hal ini berarti Indonesia masih punya banyak kesempatan untuk menggenjot penyaluran kredit bagi UMKM setidaknya bisa 30 persen agar kinerja perekonomian semakin menguat.

“BUMN memastikan kita bukan konglomerasi, BUMN ingin dorong ekonomi kerakyatan karena dengan mendorong kemakmuran para pedagang di pasar dan warung-warung untuk bisa naik kelas,” imbuhnya.

Dia mengatakan tahun ini penyaluran KUR nasional ditarget sebesar Rp338 triliun. Sebanyak 67 - 70 persen dikontribusi oleh penyaluran KUR dari BRI atau dengan jatah sebesar Rp260 triliun.

Untuk mencapai target penyaluran KUR tersebut dibutuhkan inovasi layanan kepada nasabah yang tepat, termasuk dibutuhkan upaya meningkatkan literasi maupun inklusi keuangan kepada masyarakat.

“Agen perbankan bisa menjadi salah satu ujung tombak kekuatan ekonomi Indonesia. Dunia boleh berubah sangat cepat, tapi saya berpesan, perbankan dan agennya agar terus melek digital, melek teknologi, dan selau belajar menganalisa para nasabahnya,” imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN kur erick thohir
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top