Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Total Kredit Bank Mandiri ke Sektor Telekomunikasi Rp19,6 triliun per Maret 2022

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah menyalurkan kredit sebesar Rp19,6 triliun ke sektor telekomunikasi. Kredit ke sektor tulang punggung digital ini diyakini akan terus meningkat pada tahun ini.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  11:01 WIB
Total Kredit Bank Mandiri ke Sektor Telekomunikasi Rp19,6 triliun per Maret 2022
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kedua kiri) dalam konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan Triwulan I/2022. - Bank Mandiri

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah menyalurkan kredit sebesar Rp19,6 triliun ke sektor telekomunikasi. Kredit ke sektor tulang punggung digital ini diyakini akan terus meningkat pada tahun ini.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha mengatakan proses pemulihan ekonomi yang mulai tumbuh pada tahun ini, akan menjadi pendorong pertumbuhan kredit telekomunikasi.

Pada Maret 2022, portofolio kredit yang disalurkan oleh Bank BUMN itu untuk sektor telekomunikasi mencapai 2,3% persen dibandingkan dengan total kredit yang disalurkan oleh Bank.

“Kami menilai pencairan kredit di sektor telekomunikasi masih akan memiliki potensi untuk tumbuh positif,” kata Rudi kepada Bisnis, Kamis (2/6).

Sekadar informasi, perusahaan berkode saham BMRI tersebut belum lama menyalurkan kredit ke tiga anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) senilai Rp3 triliun.

Ketiga anak usaha tersebut adalah PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) sebagai debitur, dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (STP) sebagai penanggung.

Protelindo mendapat fasilitas A senilai Rp2,5 triliun. Sementara itu Iforte mendapat fasilitas B senilai Rp500 miliar.

Protelindo dan Iforte merupakan debitur dalam perjanjian ini, sedangkan STP sebagai penanggung. Kredit tersebut terdiri dari Fasilitas A senilai Rp 2,5 triliun yang hanya dapat digunakan oleh Protelindo serta Fasilitas B senilai Rp 500 miliar yang hanya dapat digunakan oleh Iforte. Fasilitas kredit ini berlaku 3 tahun sejak perjanjian terjadi pada 25 Mei 2022.

Adapun dari sisi proyeksi, kata Rudi, untuk kredit segmen korporasi hingga akhir 2022 Bank Mandiri memperkirakan masih dapat tumbuh di atas 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN bank mandiri telekomunikasi bmri
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top