Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue Bank IBK (AGRS), Rasio Tebus 499:309

Right Issue Bank IBK (AGRS) yang akan dilaksanakan Juli 2022 mendatang membuat modal inti sedikitnya berada di level Rp4,2 triliun. Di atas ketentuan OJK minimal Rp3 triliun pada akhir 2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 03 Juni 2022  |  09:34 WIB
Rights Issue Bank IBK (AGRS), Rasio Tebus 499:309
Bank IBK Indonesia - Dokumen Bank IBK Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) akan menerbitkan sebanyak 10,93 miliar saham melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu IV (PMHMETD IV) atau rights issue.

Pelaksanaan rights issue itu pun telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Februari 2022.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Bank IBK Indonesia, manajemen menjelaskan bahwa dalam aksi tersebut, setiap saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp110 per saham, sehingga jumlah dana yang diperoleh seluruhnya berjumlah Rp1,2 triliun.

 Nantinya, setiap pemegang 499 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 12 Juli 2022 pukul 16.00 WIB berhak atas 309 HMETD.

“Dana yang diperoleh dari PMHMETD IV, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan digunakan seluruhnya untuk penambahan modal dalam rangka modal kerja bank, dimana seluruhnya untuk penyaluran kredit,” jelas manajemen, dikutip Jumat (3/6/2022).

Hingga Desember 2021, emiten bank dengan sandi saham AGRS ini telah memiliki modal inti sebesar Rp2,9 triliun. Modal inti yang dimiliki perseroan tumbuh 55 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,86 triliun.

Untuk jadwal pelaksanaan, rights issue Bank IBK Indonesia dapat diperdagangkan selama 10 hari kerja, mulai 14 Juli-27 Juli 2022. Selanjutnya, pencatatan saham hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI dimulai pada 14 Juli 2022.

Sementara itu, tanggal terakhir pelaksanaan HMETD jatuh pada 27 Juli 2022. Dengan demikian, HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku.

Adapun, Industrial Bank of Korea (IBK) selaku pemegang saham utama menyatakan akan melaksanakan sebagian haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan sebesar Rp999,9 miliar saham.

Namun, apabila saham baru yang ditawarkan tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham atau pemegang bukti HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham atau pemegang bukti HMETD yang memesan saham tambahan.

“Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa saham, maka pembeli siaga akan membeli sisa saham tersebut hingga sebanyak-banyaknya Rp22 miliar atau sebanyak-banyaknya 200 juta saham,” sambungnya.

Manajemen menambahkan, Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan perseroan dari portepel.

Perlu diingat, pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini sesuai dengan HMETD-nya, maka akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi atas saham perseroan sampai dengan maksimum 34,47 persen.

Sedangkan setelah eksekusi dengan asumsi hanya Bank IBK yang menggunakan hanya, modal ditempatkan AGRS akan menjadi sekitar Rp4,2 triliun. Sudah di atas ketentuan OJK yang mensyaratkan perbankan memiliki modal paling sedikit Rp3 triliun hingga akhir 2022 nanti atau akan turun menjadi bank perkreditan rakyat (BPR). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan rekomendasi saham bank agris Bank IBK
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top