Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paruh Pertama 2022, Kredit Sindikasi Mengalir Deras ke Sektor Energi dan Industri

Berdasarkan data Bloomberg, sektor energi meraih pembiayaan sindikasi sebesar US$1,79 miliar, sementara sektor industri meraih US$1,55 miliar.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 Juni 2022  |  09:59 WIB
Paruh Pertama 2022, Kredit Sindikasi Mengalir Deras ke Sektor Energi dan Industri
Kredit sindikasi bank mengalir deras ke sektor energi dan industri pada paruh pertama 2022. - Antara Foto/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA — Energi dan industri menjadi dua sektor yang mendapatkan kucuran terbesar kredit sindikasi dari bank sepanjang paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg sampai dengan Selasa (28/6/2022), total pembiayaan oleh bank dan lembaga keuangan secara sindikasi mencapai US$4,78 miliar atau turun sekitar 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, penyaluran kredit sindikasi mengalir deras ke sektor energi dengan realisasi US$1,79 miliar atau 37,8 persen dari total kredit. Sementara itu, sektor industri meraih porsi 32,78 persen dari keseluruhan sindikasi atau senilai US$1,55 miliar.

Selanjutnya, sektor consumer staples tercatat mendapatkan aliran kredit sindikasi sebesar US$443,56 juta. Disusul sektor bahan baku mencapai US$405,53 juta, sektor finansial US$300 juta, dan komunikasi US$250 juta.

Komposisi pembiayaan tersebut cukup berbeda jauh dibandingkan paruh pertama 2021. Tahun lalu, sektor yang mendapatkan kredit sindikasi terbesar adalah utilitas dengan raihan US$2,73 miliar. Adapun, sektor energi berada di posisi ke-6 dengan kucuran sekitar US$1 miliar.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI memimpin total pembiayaan yang disalurkan secara sindikasi dengan raihan US$767,72 juta. Realisasi ini membuat BMRI merengkuh table share sebesar 36,52 persen.

Sementara itu, di peringkat kedua ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) kemudian disusul Mitsubishi UFJ Financial Group. Selama 6 bulan pertama 2022, BNI telah menjalin 2 kesepakatan kredit sindikasi dengan nilai alokasi mencapai US$276,15 juta.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengaku optimistis capaian kredit sindikasi pada tahun ini mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun terakhir. Meskipun, inflasi dan krisi global membayangi optimisme tersebut.

Menurutnya, kondisi perang Rusia-Ukraina dan kondisi inflasi di Amerika Serikat menjadi tantangan besar dalam penyaluran pembiayaan sindikasi sepanjang 2022.

“Dengan melihat kondisi perang Rusia-Ukraina dan kondisi inflasi di Amerika Serikat serta peningkatan suku bunga FED memberikan tantangan dalam pembiayaan valuta asing,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi bni perbankan industri bank mandiri kredit sindikasi
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top