Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Kendaraan Bermotor Diproyeksikan Tumbuh Dua Digit

Meningkatnya mobilitas masyarakat di tengah pemulihan ekonomi mendorong pertumbuhan kredit kendaraan bermotor (KKB).
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  16:58 WIB
Kredit Kendaraan Bermotor Diproyeksikan Tumbuh Dua Digit
Booth Toyota di GIIAS 2022 yang akan diselenggarakan pada 11 Agustus sampai dengan 21 Agustus 2022 / Dok. PT Toyota Astra Motor (TAM).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kredit kendaraan bermotor (KKB) diperkirakan tumbuh dua digit pada semester II/2022, didorong oleh pemulihan ekonomi dan pelonggaran mobilitas.

Sebelumnya, laporan Bank Indonesia menyebutkan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Juni 2022 tumbuh 10,3 persen yoy menjadi sebesar Rp6.156,2 triliun. Dari jenis penggunaannya, kredit kendaraan bermotor (KKB) berkontribusi sebesar Rp108,2 triliun, tumbuh 8,4 persen yoy pada Juni 2022. Lebih tinggi dibandingkan dengan Maret 2022 (4,8 persen yoy).

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah memperkirakan pertumbuhan KKB akan berlanjut hingga akhir tahun. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,44 persen yoy pada kuartal II/2022 mengkonfirmasi proses pemulihan ekonomi tidak terganggu oleh meningkatnya kasus Covid-19.

Pemerintah tidak melakukan pembatasan mobilitas, ditengah kasus covid yang meningkat. Artinya aktivitas dan confidence masyarakat tetap tinggi. Di tengah confidence dan aktivitas yang sudah makin normal ini, konsumsi masyarakat juga tinggi.

“Dengan latar belakang ini apabila mobilitas masyarakat terus tidak terganggu, penjualan kendaraan bermotor akan terus meningkat, demikian juga dengan pembiayaannya atau KKB, dan bisa tumbuh dua digit pada 2022,” kata Piter, Kamis (11/8).

Piter salah satu peluang yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut adalah masih tingginya harga komoditas dan pemulihan ekonomi.

Sementara itu tantangannya adalah ketidakpastian dan kenaikan harga, serta kenaikan suku bunga. Meskipun harga-harga naik, dan juga suku bunga dipastikan akan naik, tetapi pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor (yang artinya juga kredit KKB) akan terus meningkat.

Senada, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin berpendapat kenaikan suku bunga belum akan secara langsung meningkatkan suku bunga konsumtif, khususnya KKB.

Tantangan perbankan dalam menyalurkan KKB umumnya terkait dengan pemberian insentif khusus untuk rate dan perpanjangan tenor serta inovasi layanan dengan digital.

“Sehingga bisa menjangkau pasar yang lebih luas tetapi tetap efisien,” kata Amin.

Amin juga berpendapat prospek KKB masih akan bagus pada 2022, seiring dengan akan ada beberapa peluncuran mobil kelas menengah dengan harga terjangkau dan bisa ditawarkan dengan paket promo untuk bunga dan cicilan ringan.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan secara keseluruhan, total kredit BCA naik 13,8 persen yoy menjadi Rp675,4 triliun. Per Juni 2022, KKB BCA naik 4,8 persen yoy menjadi Rp43,2 triliun, setelah rebound dari tekanan di masa pandemi.

BCA juga mencatat adanya peningkatan permintaan atas KPR dan KKB selama pelaksanaan BCA Expoversary 2022. Jumlah aplikasi kredit di expoversary tahun ini mampu melebihi capaian rata-rata per event di tahun lalu.

“Ke depan, BCA berharap bahwa Covid-19 di Indonesia makin terkendali, aktivitas bisnis stabil sehingga pemulihan ekonomi yang disertai penerapan protokol kesehatan dan berbagai kebijakan strategis dari regulator dan otoritas perbankan,” kata Hera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit kendaraan pinjaman perbankan
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top