Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan Syariah FIF Bakal Makin Moncer Gara-Gara Ini

FIF mendapat angin segar soal kinerja pembiayaan syariah dari dibukanya kembali perjalanan umrah dan haji, seiring meredanya pandemi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 Agustus 2022  |  13:12 WIB
Pembiayaan Syariah FIF Bakal Makin Moncer Gara-Gara Ini
Pekerja beraktifitas di dekat logo FIF Group, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance (FIF Group) alias FIF mendapat angin segar terkait dengan perkembangan produk pembiayaan syariah besutannya yang bertajuk AMITRA.

Presiden Direktur FIF Margono Tanuwijaya menjelaskan bahwa tadinya lini bisnis syariah begitu terdampak pandemi Covid-19, karena sebagian besar merupakan produk pembiayaan terkait perjalanan umrah dan cicilan pendaftaran haji. 

"Produk AMITRA sebagian besar adalah pembiayaan untuk perjalanan religi. Sehingga angin segar datang dari dibukanya kembali pintu bagi jemaah internasional untuk melakukan ibadah haji maupun umrah oleh Arab Saudi," ujarnya, dikutip Sabtu (20/8/2022).

Terbukti, lini bisnis AMITRA FIF mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan menjadi Rp46,64 miliar pada semester I/2022, tumbuh 36,43 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp34,19 miliar.

Jumlah booking unit AMITRA juga mengalami kenaikan sebesar 80,41 persen yoy pada menjadi 2.791 kontrak ketimbang periode yang sama tahun 2021 yang hanya mencapai 1.547 kontrak.

Namun, berdasarkan laporan keuangan FIF per Juni 2022, piutang pembiayaan segmen syariah masih turun tipis dari Rp1,19 triliun di akhir 2021 menjadi Rp1,1 triliun per Juni 2022.

Penghasilan dari pembiayaan konsumen sysriah pun tercatat turun dari Rp253 miliar pada semester I/2021 menjadi Rp190,8 miliar pada semester I/2022.

Oleh sebab itu, Margono masih optimistis bahwa kebangkitan perjalanan religi akan membawa kinerja pembiayaan segmen syariah besutannya lebih baik pada akhir tahun nanti, serta bisa menyumbang pendapatan lebih besar dari sebelumnya. 

Sebagai informasi, AMITRA sebagai lini bisnis syariah FIF juga bekerja sama dengan multifinance syariah murni bertajuk PT Sharia Multifinance Astra (SMA) yang juga di-branding dengan nama AMITRA. Sebelumnya, leasing syariah ini merupakan hasil spin-off unit usaha syariah (UUS) para leasing Astra, termasuk FIF.

Saat ini, AMITRA berada langsung di bawah naungan Astra Financial dan berdasarkan laporan keuangan PT Astra International Tbk. (ASII) per Juni 2022, aset AMITRA baru mencapai Rp191 miliar, namun telah naik tipis dari akhir 2021 di level Rp175 miliar.

Adapun, berdasarkan laporan keberlanjutan AMITRA pada 2021, nilai pembiayaan sepanjang tahun lalu totalnya Rp113,8 miliar dari 6.286 kontrak. Capaian ini telah jauh lebih baik ketimbang periode pandemi Covid-19 alias sepanjang 2020, dengan nilai pembiayaan hanya Rp22,7 miliar dari 1.021 kontrak.

Laba bersih AMITRA pun naik dari Rp3,49 miliar pada 2020 menjadi Rp4,19 miliar pada 2021. Penopangnya berasal dari pertumbuhan pendapatan dari Rp8,87 miliar pada 2020 menjadi Rp11,1 miliar pada 2021.

Pada akhir tahun nanti, manajemen AMITRA menargetkan aset bisa tumbuh ke level Rp258 miliar, total pendapatan menyentuh Rp21 miliar, sementara laba bersih diharapkan sampai ke level Rp5,6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fif group fif pembiayaan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top