Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beda Nasib Kredit Motor dan Mobil Saat Harga BBM Naik

Apabila harga BBM naik, pemain pembiayaan sepeda motor baru notabene lebih terdampak ketimbang para pemain pembiayaan mobil baru.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 02 September 2022  |  20:23 WIB
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021).  - Antara Foto/Aprillio Akbar.
Petugas berdiri di dekat deretan mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2/2021). - Antara Foto/Aprillio Akbar.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jika terealisasi akan mengguncang pelaku perusahaan pembiayaan (multifinance/leasing) baik di segmen mobil dan motor baru. Meski demikian kedua segmen memiliki tantangan berbeda.

Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF Group) Margono Tanuwijaya menjelaskan pembiayaan motor baru kemungkinan terdampak lebih berat dari ekspektasi. Terlebih, pada semester I/2022 pembiayaan motor baru telah terdampak kelangkaan stok akibat krisis semikonduktor. Tekanan lebih besar terutama calon pembeli unit sepeda motor low-end, yang notabene layak jadi penikmat BBM bersubsidi.

"Kalau ada kenaikan harga BBM, kemudian membuat inflasi naik, kebanyakan konsumen pembiayaan sepeda motor memang akan terdampak. Terutama yang pengeluarannya naik karena harga BBM, padahal pendapatannya belum bisa mengimbangi," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (1/9/2022).

Namun, Margono melihat dampak kenaikan harga BBM secara bertahap akan terus mengecil, karena permintaan akan pembiayaan sepeda motor sebenarnya masih besar. Selain itu, masih banyak konsumen yang inden unit akibat fenomena kelangkaan stok beberapa waktu lalu.

Margono mengungkap beberapa aspek yang barangkali patut diwaspadai FIF dan para pemain pembiayaan sepeda motor lain, yaitu potensi lonjakan non-performing financing (NPF) dari beberapa debitur. Selain itu, potensi pembatalan pemesanan unit, dan potensi beberapa konsumen beralih dari segmen unit motor middle-up ke unit motor yang harganya lebih rendah.

"Kalau dari permintaan sepeda motor, sebenarnya masih tinggi, karena sekarang sedang dibutuhkan buat kerja dan meningkatkan produktivitas. Jadi dampak kenaikan BBM dari sisi nilai pembiayaan dan potensi lonjakan NPF pasti ada saja, tapi kemungkinan hanya sesaat," tambahnya.

Sebaliknya, segelintir multifinance yang bermain di segmen mobil baru sepakat bahwa kenaikan harga BBM kemungkinan kecil berdampak terhadap kinerja penyaluran pembiayaan baru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing multifinance fif group bca finance
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top