Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Sebut Kredit Industri Mampu Tumbuh 9,9 Persen

Bank Mandiri memperkirakan laju kredit industri perbankan Indonesia mampu berakselerasi hingga akhir tahun 2022.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 22 September 2022  |  23:00 WIB
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkirakan laju kredit industri perbankan Indonesia mampu berakselerasi hingga akhir tahun 2022, dengan level pertumbuhan mencapai 9,9 persen secara tahunan.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan pertumbuhan kredit industri telah menunjukkan pemulihan sejak awal 2022 seturut dengan proses pemulihan ekonomi.

Apalagi, sampai dengan Agustus 2022, Bank Indonesia mencatat kredit perbankan nasional telah tumbuh 10,62 persen secara year-on-year (yoy). Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan pada mayoritas sektor ekonomi.  

“Ke depannya, kami memperkirakan pertumbuhan kredit untuk tahun ini masih akan kuat dan dapat mencapai 9,9 persen yoy di akhir tahun, sejalan dengan momentum pemulihan ekonomi,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (22/9/2022).

Berkaca pada hal tersebut, emiten bank bersandi saham BMRI tersebut yakin dapat memenuhi target kredit yang telah ditetapkan yakni 11 persen yoy pada tahun ini. Hal itu seiring dengan kondisi perekonomian domestik yang dinilai masih cukup kuat.

Rudi menyatakan untuk mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 11 persen, BMRI akan fokus menyasar sektor-sektor prospektif, seperti telekomunikasi dan jasa kesehatan. Langkah ini dilakukan perseroan dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian.

Adapun bank sentral juga melaporkan bahwa permodalan perbankan tetap tangguh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) per Juli 2022 sebesar 24,86 persen. Risiko juga terkendali terlihat dari rasio kredit bermasalah sebesar 2,90 persen (bruto) dan 0,82 persen (neto).

Likuiditas perbankan sampai dengan Agustus 2022 juga terjaga karena didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,77 persen secara tahunan, meskipun capaian ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2022 sebesar 8,59 persen.

Perlambatan DPK dikontribusikan oleh peningkatan konsumsi masyarakat, belanja modal korporasi, dan preferensi penempatan dana pada aset keuangan lain yang terindikasi dari nilai kepemilikan Surat Berharga Negara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri bmri Bank Indonesia
Editor : Dionisio Damara
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top