Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Langkah PD Leasing, Nobel 2022, Hingga Dana IMF ke Ukraina

Ulasan tentang bagaimana optimisme industri pembiayaan menghadapi berbagai tantangan pada tahun depan, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id.
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Jakarta, Selasa (6/9/2022). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Jakarta, Selasa (6/9/2022). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis pembiayaan diyakini masih kinclong pada 2023 nanti, sejalan dengan tren positif dari industri otomotif dan sektor usaha alat berat meskipun ancaman resesi global membayangi.

Sebagai gambaran, industri mobil penumpang, sepeda motor, mobil angkut, dan alat berat begitu penting buat para pemain industri pembiayaan. Sebab sampai saat ini masih menjadi penyumbang piutang pembiayaan terbesar buat industri.

Ulasan tentang bagaimana optimisme industri pembiayaan menghadapi berbagai tantangan pada tahun depan, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Minggu (9/10/2022):

 

1. Pemenang Nobel 2022, Menanti Pemenang di Bidang Ekonomi

Komisi Nobel Akademi Swedia telah mengumumkan sejumlah pemenang hadiah nobel 2022. Sejauh ini, pemenang penghargaan di bidang ekonomi belum diumumkan. Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat sejumlah kandidat yang disebut-sebut layak mendapat penghargaan bidang ekonomi di tahun ini.

Antara tahun 1901 dan 2021, Hadiah Nobel dan Hadiah Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel diberikan 609 kali kepada 975 orang dan organisasi.

Hadiah Nobel adalah penghargaan internasional yang dikelola Yayasan Nobel di Stockholm, Swedia, dan berdasarkan kekayaan Alfred Nobel, penemu dan pengusaha Swedia.

Pada 1968, Sveriges Riksbank mendirikan The Sveriges Riksbank Prize dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel, pendiri Hadiah Nobel.

Hadiah terdiri dari medali, diploma pribadi, dan penghargaan uang tunai diberikan kepada individu atau organisasi yang layak mendapat anugerah dan disebut sebagai penerima Hadiah Nobel.

 

2. Langkah PD Leasing Hingga 2023 Meski Resesi Global Membayangi

Kendati semakin banyak tantangan di semua lini bisnis pembiayaan, bisnis pembiayaan diyakini masih kinclong pada 2023 nanti. Setidaknya, masih ada optimisme piutung pembiayaan industri dapat tumbuh hingga 5 persen (year-on-year/yoy).

Kondisi tersebut dapat didorong pemulihan bertahap dari objek pembiayaan mobil baru, motor baru, mobil komersial, dan alat berat.

APPI dan para pemain industri multifinance pun secara rutin menggelar diskusi terbatas tahunan bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dan Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), membahas outlook tahun depan.

 

3. Equinix Ekspansi Bisnis Pusat Data ke Indonesia US$74 Juta

Perusahaan infrastruktur digital asal Silicon Valley Amerika Serikat (AS), Equinix Inc baru-baru ini melakukan ekspansi bisnis pusat data atau data center dengan membangun International Business Exchange (IBX) di Jakarta.

President Equinix Asia-Pacific Jeremy Deutsch mengatakan bahwa pusat data IBX yang berlokasi di Jakarta akan memperluas pasar dan jaringan bisnis data center perusahaan yang saling terhubung di seluruh dunia.

Equinix berharap dapat bekerja sama dengan otoritas terkait, penyedia jaringan, dan pelaku ekosistem industri untuk memperkuat potensi digital Indonesia.

Rencananya, IBX akan memiliki kapasitas sebanyak 1.600 kabinet dan lebih dari 5.300 meter persegi ruang colocation di kawasan central business district Jakarta yang diperkirakan mulai beroperasi pada paruh kedua 2024.

 

4. Pandemi Mereda, Industri Pelayaran Diminta Garap Kapal Wisata

Indonesia merupakan negara paling luas di Asia Tenggara, dengan garis pantai terpanjang yakni mencapai 99.093 km. Letak geografisnya membuat Indonesia memiliki iklim laut yang lembab, amplitudo rendah, kelembaban udara tinggi, dan suhu yang tidak begitu beda antara siang dan malam.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam laporan bertajuk Potensi Wisata Bahari di Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 590 jenis karang, 2.057 ikan karang, 12 jenis lamun, 34 jenis mangrove, 1.512 jenis crustacean, 6 jenis penyu, 850 jenis sponge, 24 jenis mamalia Laut, hingga 463 titik kapal tenggelam.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa pihaknya sangat serius menggarap potensi wisata bahari di Indonesia, sehingga dilakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong untuk membahas potensi kerja sama wisata cruise yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisman ke Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, mereka membicarakan beberapa agenda untuk membahas wisata kapal pesiar atau cruise yang bisa dikoneksikan ke Bintan di Kepulauan Riau, lalu berhenti di Belitung, dan dilanjutkan ke Bali. Cruises Genting Dream memiliki kapasitas 3.500 kamar, adapun Royal Caribbean Cruises mencapai 4.800 kamar.

 

5. IMF Alirkan Bantuan ke Ukraina di Tengah Ekonomi yang Muram

Perang telah membuat perekonomian Ukraina terkontraksi dengan kuat. Mengingat kondisi yang terjadi di Ukraina, IMF menyetujui paket bantuan cepat untuk Ukraina. Bantuan dana dari IMF tersebut ditujukan untuk membantu Ukraina memenuhi kebutuhan neraca pembayarannya.

Ukraina sebelum perang dikenal sebagai pengekspor gandum dunia itu mengalami gangguan ekonomi akibat invasi Rusia sejak Februari 2022.

Persetujuan Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) untuk mengalirkan bantuan cepat kepada Ukraina disepakati pada Jumat (7/10/2022).

Melalui Instrumen Pembiayaan Cepat (Rapid Financing Instrument/RFI), IMF menyepakati pencairan dana US$1,3 miliar.

Pencairan di bawah RFI ini setara dengan 50 persen kuota Ukraina di IMF. Jumlah tersebut  akan membantu Ukraina memenuhi kebutuhan neraca pembayaran yang mendesak, termasuk karena kekurangan ekspor sereal yang besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nurbaiti
Editor : Nurbaiti
Sumber : Bisnisindonesia.id
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper