Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sri Mulyani: Depresiasi Rupiah Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai depresiasi nilai tukar rupiah lebih baik jika dibandingkan negara lain. Ini buktinya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 03 November 2022  |  12:27 WIB
Sri Mulyani: Depresiasi Rupiah Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer, Jakarta, Sabtu (30/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan nilai tukar Rupiah hingga akhir Oktober 2022 tercatat terdepresiasi 8,62 persen (year-to-date/ytd).

Namun, depresiasi Rupiah relatif lebih baik jika dibandingkan dengan depresiasi mata uang di sejumlah negara berkembang seperti di India, Thailand, dan Malaysia.

“Hal ini masih relatif lebih baik dibandingkan depresiasi sejumlah mata uang di sejumlah negara berkembang,” kata Sri Mulyani  dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (3/11/2022).

Dia mengungkapkan India Rupee mengalami depresiasi 10,2 persen, Malaysia Ringgit mengalami depresiasi 11,8 persen, dan Thailand Baht di 12,23 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukan bahwa depresiasi Rupiah lebih baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.

Dia juga menambahkan hal tersebut konsisten dengan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang masih tetap positif.

Menurut dia, tren depresiasi nilai tukar yang terjadi di negara-negara berkembang dipicu oleh menguatnya dolar AS akibat adanya kebijakan moneter yang diadopsi Federal Reserve atau The Fed. 

"Serta meningkatnya ketidakpastian keuangan global akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif terutama di AS," imbuhnya. 

Adapun, neraca transaksi modal dan finansial diprediksi masih akan ditopang oleh realisasi positif dari penanaman modal asing (PMA). Posisi cadangan devisa pada akhir September 2022 juga masih tetap kuat di level US$130,8 miliar atau setara dengan 5,9 bulan impor.

Rupiah dibuka melemah pada awal perdagangan Kamis (3/11/2022) setelah Ketua The Fed Jerome Powell memberikan sinyal hawkish untuk kebijakan moneter AS selanjutnya. 

Mengutup data Bloomberg, mata uang Garuda dibuka melemah 17 poin atau 0,11 persen ke Rp15.663 per dolar AS. Sejalan, indeks dolar AS menguat 0,46 persen ke 111,85. Bersama dengan rupiah, dolar Taiwan melemah 0,18 persen, won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dan peso Filipina melemah 0,21 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani nilai tukar rupiah dolar as
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top