Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pencairan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp2,8 triliun, Dominan Usia 25 – 30 Tahun

Pengambilan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) paling banyak didominasi oleh peserta dengan usia produktif, yakni di rentang 20 - 35 tahun.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 15 November 2022  |  20:55 WIB
Pencairan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp2,8 triliun, Dominan Usia 25 – 30 Tahun
Karyawati beraktivitas di salah satu kantor cabang BPJamsostek di Jakarta (24/1/2022). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – BPJS Ketenagakerjaan mencatat bahwa pencairan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) paling banyak didominasi oleh peserta dengan usia produktif, yakni di rentang 20 - 35 tahun.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan peningkatan tersebut terjadi saat pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 yang berdampak pada meningkatnya klaim JHT pada periode Maret – April 2022.

“Paling banyak klaim JHT adalah 61 persen di usia produktif, [di rentang usia] 20 – 35 tahun. Ini yang kemarin menjadi dasar pertimbangan kenapa JHT mau dikembalikan lagi fungsinya, karena sayang mereka masih usia produktif tetapi JHT sudah dicairkan, padahal itu harusnya nanti pada saat mereka sudah tidak produktif,” ujar Anggoro dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR pada Selasa (15/11/2022).

Secara terperinci, peserta di rentang usia 20 – 25 tahun melakukan klaim JHT mencapai 20 persen, lalu sebanyak 24 persen dilakukan oleh peserta dengan usia di rentang 25 – 30 tahun, serta 17 persen berasal dari usia produktif di rentang 30 – 35 tahun.

Anggoro menyebut keluarnya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 pada 2 Februari 2022 hanya bisa dicairkan untuk pekerja usia 56 tahun itu berdampak pada meningkatnya klaim JHT pada periode Maret – April 2022.

Namun, kebijakan tersebut dicabut melalui Permenaker 4 Tahun 2022 untuk lebih memudahkan persyaratan klaim JHT. Hal ini turut menurunkan jumlah klaim JHT pada periode Mei 2022. Selanjutnya, klaim JHT pada Juni – Oktober 2022 tidak terjadi lonjakan signifikan.

“Sebanyak 61 persen dari klaim JHT yang kurang lebih Rp2,8 triliun diambil oleh pekerja usia produktif, yang nanti akan punya risiko saat tidak produktif tabungannya tidak ada atau sedikit,” tuturnya.

Sementara itu, klaim JHT untuk usia di atas 65 tahun hanya mencapai 7 persen sampai dengan Oktober 2022. Anggoro menjelaskan, dari total 196.277 klaim JHT peserta yang memasuki usia pensiun (56 tahun) mencapai 13.690 klaim.

Sepanjang Januari – Oktober 2022, pembayaran klaim JHT sudah mencapai Rp2,8 triliun dengan rata-rata jumlah klaim JHT pada 2022 sebanyak 9.266 klaim per hari. Adapun, utilisasi klaim digital menggunakan JMO (Jamsostek Mobile) dengan nilai klaim kurang dari 10 juta sebesar 24,51 persen (698.000 klaim), klaim online konfirmasi menggunakan video call sebesar 61,18 persen (1,7 juta klaim), serta klaim ke kantor cabang sebesar 14,29 persen (401.000 klaim).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top