Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Saham Emiten Asuransi Diramal Masih Melempem Tahun Depan

Saham emiten perusahaan asuransi diproyeksi masih mengalami koreksi sampai dengan penutupan buku 2022 dan akan melanjutkan pelemahan pada periode 2023.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 20 November 2022  |  16:11 WIB
Saham Emiten Asuransi Diramal Masih Melempem Tahun Depan
Ilusrasi nasabah membaca polis asuransi - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat menilai saham emiten perusahaan asuransi masih mengalami koreksi sampai dengan penutupan buku 2022 dan akan melanjutkan pelemahan pada periode 2023.

Ekonom dan Praktisi Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo mengatakan bahwa sejak periode Maret 2022, saham emiten perusahaan asuransi mengalami koreksi. Lucky menyebut melemahnya saham asuransi disebabkan karena saham asuransi masuk ke dalam kelompok jenis saham yang nilai transaksinya tidak lebih likuid dari emiten bank. Imbasnya, saham pada sektor ini masih mengalami koreksi hingga akhir 2022.

“Saham emiten asuransi masih mengalami pelemahan hingga akhir tahun ini,” kata Lucky kepada Bisnis belum lama ini.

Tak hanya terjadi pada tahun ini, Lucky memproyeksikan bahwa saham asuransi masih akan melemah dan mudah terkoreksi pada 2023. Pasalnya, tutur Lucky, sektor asuransi hingga saat ini masih menjadi barang substitusi atau produk pengganti, di mana orang bisa membayar, menunggak, maupun mengakhiri premi.

“Jadi apabila ekonomi melemah, maka asuransi memiliki sentimen negatif. Saham asuransi memiliki potensi tertekan, di mana sinyal pelemahan masih dapat dialami pada sektoral, yaitu sektor keuangan,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, terdapat 16 emiten perusahaan asuransi yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini.

Adapun sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) hingga penutupan perdagangan Jumat (18/11/2022), saham PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk. (ASMI) menjadi saham emiten asuransi yang mengalami koreksi terdalam mencapai 51,15 persen.

Diikuti dengan saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS) yang melemah 31,03 persen secara ytd.

Sementara itu, posisi terbalik dengan penguatan harga saham emiten asuransi sepanjang tahun berjalan ditempati oleh saham PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) yang menguat 113,27 persen. Lalu, saham PT Asuransi Bintang Tbk. (ASBI) yang menguat 68,71 persen secara ytd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi emiten bank lippo group bursa efek indonesia
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top