Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

RBC Reasuransi Cucu BUMN Nasional Re Negatif, Begini Laporan Keuangan Q3/2022

Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re/Nasre) dalam laporan keuangan Q3/2022 membukukan risk based capital (RBC) –38,88 persen.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 18 November 2022  |  19:12 WIB
RBC Reasuransi Cucu BUMN Nasional Re Negatif, Begini Laporan Keuangan Q3/2022
Gedung reasuransi Nasional Re (Nasre). - Source: Nasre
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Reasuransi Nasional Indonesia atau Nasional Re (Nasre) mencatatkan penurunan risk based ratio atau RBC menjadi negatif dalam satu kuartal. Meski demikian, premi perseroan tercatat meningkat dengan hasil underwriting dan labanya merosot.

RBC adalah ukuran kesehatan perusahaan asuransi yang digunakan oleh Otoritas Jasa Keuangan. RBC minimal perusahaan asuransi dan reasuransi di Indonesia adalah 120 persen. Artinya, saat perusahaan mengalami kejadian tidak terduga dan ditutup seketika, maka aset yang diakui berdasarkan peraturan mencapai 120 persen dibandingkan kewajiban.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2022 yang dipublikasikan, Nasional Re mencatatkan RBC –38,88 persen pada Q3/2022. Angka itu berbalik drastis dari posisi kuartal II/2022 yang masih di 121,06 persen maupun kuartal III/2021 di 121,32 persen.

Kondisi ini yang membuat lembaga pemeringkat Fitch Rating menurunkan peringkat perusahaan dari BB- menjadi CC.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2022 yang dikutip hari ini, Jumat (18/11/2022), Nasre mencatatkan premi Rp5,39 triliun per September 2022. Jumlahnya itu meningkat 6,41 persen (year-on-year/YoY) dari sebelumnya Rp5,07 triliun.

Saat yang sama, klaim Nasional Re mencapai Rp3,7 triliun, naik 31,3 persen (YoY) dari Rp2,82 triliun. Kenaikan klaim memengaruhi hasil underwriting perusahaan per kuartal III/2022 yang menjadi minus Rp238 miliar, berbalik dari kuartal III/2021 yang mencapai Rp156 miliar.

Selanjutnya, aset Nasre per kuartal III/2022 tercatat Rp11,57 triliun atau tumbuh 20,2 persen (YoY) dari Rp9,6 triliun. Meski demikian, terjadi lonjakan cadangan teknis menjadi Rp10,66 triliun. Ditambah pinjaman subordinasi sebesar Rp1,02 triliun, membuat ekuitas Nasre berbalik minus Rp112,2 miliar. Posisi yang membuat Fitch menurunkan rating perusahaan menjadi CC.

Selanjutnya dari pos investasi, perusahaan membukukan nilai sebesar Rp6,09 triliun atau tumbuh 13,38 persen (YoY) dari Rp5,37 triliun.

Meskipun begitu, laba perseroan mengalami penurunan cukup signifikan. Pada kuartal III/2022 laba Nasional Re senilai Rp15,37  miliar, turun 91,38 persen (YoY) dari sebelumnya Rp178,36 miliar.

Corporate Secretary Reasuransi Nasional Indonesia Ignatius Nugroho mengatakan bahwa pihaknya sedang menjalankan rencana penyehatan keuangan dengan memperbaiki proses bisnis dan pengelolaan risiko. 

Perseroan pun melakukan pembenahan proses administrasi penerimaan risiko, penanganan klaim, serta penyelesaian hutang piutang yang umurnya sudah lama. Nugroho menyebut saat ini merupakan momentum perusahaan dalam meninjau bisnisnya.

"Tentunya semua proses tersebut dilakukan atas koordinasi dengan mitra bisnis kami, agar ke depan ada perbaikan pengelolaan risiko sehingga bersama-sama pula akan menghasilkan surplus underwriting," ujar Ignatius kepada Bisnis, Jumat (18/11/2022).

Dia mengklaim, hingga November 2022, Nasional Re sudah mencatatkan laba unaudited yang cukup signifikan. Hasil dari pengelolaan underwriting, hasil investasi dan pengelolaan biaya yang cukup konservatif. Meski demikian, Nugroho tidak menjabarkan besaran laba yang dibukukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nasional Re IFG asuransi asuransi umum
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top