Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Sebut Kredit Macet Membaik, Cek Kondisi 4 Bank Jumbo BCA hingga BRI

OJK menyebut bahwa kredit macet perbankan atau NPL mengalami perbaikan, begitu juga dialami oleh 4 bank jumbo di Indonesia.
OJK menyebut bahwa kredit macet perbankan atau NPL mengalami perbaikan, begitu juga dialami oleh 4 bank jumbo di Indonesia. /Bisnis-Rika Anggraeni
OJK menyebut bahwa kredit macet perbankan atau NPL mengalami perbaikan, begitu juga dialami oleh 4 bank jumbo di Indonesia. /Bisnis-Rika Anggraeni

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa rasio kredit macet (nonperforming loan/ NPL) perbankan terus mengalami perbaikan pada tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa kualitas kredit perbankan terus menurun.

“NPL nett turun jadi 0,78 persen dan NPL gross jadi 2,72 persen per Oktober 2022,” katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulan Oktober pada Selasa (6/12/2022).

Berdasarkan data dari OJK, NPL gross perbankan memang tipis dari September 2022 yang mencapai 2,78 menjadi 2,72 persen per Oktober 2022. Sedangkan, secara tahunan (year on year/ yoy) NPL gross perbankan turun drastis dari 3,22 persen per Oktober 2021 menjadi 2,72 persen per Oktober 2022.

Penurunan NPL juga terlihat di 4 bank jumbo atau bank-bank dengan modal inti lebih dari Rp70 triliun seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

BCA mencatatkan NPL gross terendah dibandingkan dengan bank jumbo lainnya, yakni 2,16 persen per September 2022. NPL gross BCA turun jika dibandingkan September 2021 yang mencapai 2,36 persen.

BCA juga mencatatkan penurunan NPL net dari 0,89 persen per kuartal III/2021 menjadi 0,66 persen per kuartal III/2022.

Sementara, BRI mencatatkan NPL gross dan NPL nett tertinggi dibandingkan dengan bank jumbo lainnya. NPL gross BRI mencapai 3,14 persen per September 2022 turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,29 persen. Meski begitu, NPL nett BRI naik tipis dari 0,86 persen per September 2021 menjadi 0,87 persen per September 2022.

Di sisi lain, perbankan akan menghadapi tantangan resesi global dalam menjaga kredit macetnya tahun depan. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa saat resesi global, inflasi akan meninggi. Bagi sektor perbankan, ini dikhawatirkan akan membawa masalah pada kualitas kredit.

"Bagaimanapun bank mesti hati-hati di tengah terpaan resesi, NPL akan tinggi, bank juga harus siapkan CKPN [Cadangan Kerugian Penurunan Nilai] yang besar," ujarnya kepada Bisnis pada Oktober (25/10/2022).

Berikut kondisi NPL di 4 bank jumbo pada kuartal III/2022:

No

Nama Bank

NPL Gross September 2022

NPL Gross September 2021

NPL Nett September 2022

NPL Nett September 2021

1

BCA

2,16 persen

2,36 persen

0,66 persen

0,89 persen

2

Bank Mandiri

2,26 persen

3,06 persen

0,31 persen

0,43 persen

3

BNI

3,04 persen

3,81 persen

0,57 persen

0,90 persen

4

BRI

3,14 persen

3,29 persen

0,87 persen

0,86 persen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper