Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bos BRI (BBRI) Ungkap Tren Perbankan di Tahun Kelinci Air

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan beberapa faktor yang mendorong tren perbankan di pada 2023 atau Tahun Kelinci Air.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 23 Januari 2023  |  14:10 WIB
Bos BRI (BBRI) Ungkap Tren Perbankan di Tahun Kelinci Air
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Sunarso - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Sunarso memaparkan analisa terkait sejumlah faktor yang mendorong tren perbankan pada 2023 atau tahun Kelinci Air

Menurutnya, tren perbankan tahun ini masih akan terjadi pada sisi digitalisasi layanan yang nantinya akan disesuaikan dengan tingkat adaptasi dan adopsi oleh masyarakat.

"Terutama di BRI ini kan yang ditangani banyak masyarakat di pedesaan dan ini perlu kita perlu banyak melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merespon challeng terhadap disrupsi digital," papar Sunarso secara virtual Selasa (17/1/2023).

Di samping itu, Sunarso menjelaskan bahwa industri perbankan juga harus bersiap menghadapi bonus demografi penduduk Indonesia yang masih akan terus meningkat bahkan mencapai 64 persen pada tahun 2030 mendatang.

Sejalan dengan hal tersebut, Sunarso memprediksi akan terjadinya perubahan perilaku nasabah yang akan lebih condong melakuan transaksi secara digital.

Terbukti,dia menjelaskan bahwa transaksi digital payment di BRI hingga akhir 2022 meningkat lebih dari 30 persen, sedangkan transaksi uang tunai atau cash dilaporkan menurun menjadi 10 persen.

Sebagaimana diketahui, transaksi kanal digital yang semakin masif mendorong peralihan metode transaksi dari unit kerja menuju kanal digital. Apabila dilakukan perbandingan, BRI mencatat sebanyak 98,41 persen transaksi dilakukan pada kanal digital sementara hanya 1,59 persen transaksi yang dilakukan pada unit kerja konvensional.

Terbaru, ini BBRI mencatat pengguna super apps BRImo mencapai 23,85 juta sepanjang 68,46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) yang juga diikuti oleh pertumbuhan volume transaksi.

"Pertumbuhan pengguna itu diikuti dengan volume transaksi mencapai Rp2.669 truliun atau tumbuh 98,48 persen yoy," jelas Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha, dikutip Senin (23/1/2023).

Kemudian, tren perbankan juga akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti mulai munculnya kesadaran para investor terhadap aspek ESG atau environmental social and governance yang dinilai dapat membawa pengaru terjadap tata kelola dan bisnis perbankan.

"Kemudian adalah faktor yang berpengaruh yakni utilisasi data dan tekno terutama yang menyangkut masalah penggunaan data analitik untuk mempercepat bisnis kredit dan marketing,"  papar Sunarso.

Dia melanjutkan, sebagai upaya meningkatkan utilisasi data dan tekno, BRI meluncurkan aplikasi BRISpot sebagai platform  pengajuan kredit secara online yang digunakan untuk memacu proses percepatan bisnis perseroan.

Selanjutnya, tren kompetisi dengan lembaga keuangan seperti fintech juga diramal akan semakin ketat seiring dengan menjamurnya industri keuangan non bank seperti fintech yang turut meramaikan industri di jasa keuangan pada tahun ini.

Tak lupa, Sunarso juga menyoroti adanya tren penurunan pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan dalam upaya mengendalikan inflasi.

"NIM bank akan semakin tertekan, jadi di 2010 sekitar 10 pesen dan kemudian di 2022 sekitar 6 persen dan saya yakin ini akan terus mengekang kita karena apa? kecenderungan inflasi diikuti dengan respon kenaikan suku bunga sementara kita mungkin tidak bisa serta merta menaikkan suku bunga kredit karena suku bunga kredit dinaikkan nanti ada ancaman baru lagi yaitu NPL," pungkas Sunarso.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) baru-baru ini kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) menjadi 5,75 persen.

Tak hanya menaikkan suku bunga acuan, Bank Indonesia juga turut menaikkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri sunarso perbankan tahun kelinci air
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top