Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Salah Satu Direktur Tercatat Borong Saham BRI (BBRI)

Salah satu direktur BRI dilaporkan membeli 31.300 saham bank dengan ticker BBRI pada Kamis (16/2/2023).
Gedung BRI/bri.co.id
Gedung BRI/bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Human Capital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Agus Winardono tercatat memborong sebanyak 31.300 saham.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menjelaskan bahwa transaksi tersebut terjadi pada Kamis (16/2/2023). 

"Tujuan dari transaksi adalah pelaksanaan peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum," jelasnya dalam keterbukaan yang disampaikan kepada Bursa, dikutip Minggu (26/2/2023).

Untuk diketahui, Winardono membawa pulang puluhan ribu saham baru tersebut pada harga pelaksanaan Rp4.860 per saham. Dengan demikian, total harga beli dari transaksi tersebut senilai Rp152,11 juta.

Alhasil, usai menyelesaikan transaksi pembelian tersebut, koleksi sahamnya bertambah menjadi 1,01 juta saham. Sebelumnya, jumlah kepemilikan Winardono diketahui sebanyak 981.681 saham.

Adapun, status kepemilikan 31.300 saham baru yang dimiliki oleh Direktur Human Capital BBRI tersebut merupakan saham langsung.

Terpisah, dalam sepekan belakangan kinerja harga saham BBRI masih mengalami pelemahan setelah tercatat terkoreksi sebesar 2,46 persen.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan terakhir, Jumat (24/2/2023) harga saham BBRI juga parkir di zona merah setelah mengalami koreksi sebesar 0,83 persen atau -40 poin ke level Rp4.760.

Mengintip agenda korporasi terbaru, BBRI juga akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 13 Maret 2023 mendatang.

RUPST tersebut akan membahas sejumlah mata acara di antaranya penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2022 dan pembayaran dividen.

Di samping itu perseroan juga akan meminta persetujuan atas pembelian kembali saham yang dikeluarkan (buyback) dan pengalihan saham hasil buyback tersebut nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper