Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IFG Life Raup Pendapatan Rp2,38 Triliun

Pendapatan IFG Life naik jadi Rp2,38 triliun pada 2022. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan premi dan hasil investasi perusahaan.
Karyawan beraktivitas didepan logo IFG Life, Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas didepan logo IFG Life, Jakarta, Selasa (7/2/2023). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mencatatkan laba setelah pajak Rp128,24 miliar. Berbanding rugi Rp74,22 miliar pada tahun sebelumnya. Meski laba setelah pajak mengalami surplus, IFG Life secara final mengalami rugi Rp426,13 miliar. Anjloknya kinerja ini seiring kerugian pada pos pendapatan komprehensif lainnya yang naik Rp554,37 miliar dari sebelumnya Rp4,23 miliar.   

Dalam laporan konsolidasi keuangan yang berakhir pada Desember 2022 yang dipublikasikan di Bisnis Indonesia hari ini, Senin (8/5/2023), jumlah pendapatan IFG Life naik menjadi Rp2,38 triliun pada 2022. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan premi dan hasil investasi perusahaan.

Perinciannya, pendapatan premi sebesar Rp1,13 trilun dari sebelumnya Rp24,21 miliar. Sedangkan penopang pendapatan lainnya adalah investasi yang melesat sebesar Rp1,21 triliun dari sebelumnya Rp65,43 miliar. 

Kendati demikian, jumlah beban yang ditanggung oleh perusahaan juga meningkat sekitar 1.115 persen menjadi Rp2,2 triliun. Pada 2021, jumlah beban yang ditanggung perusahaan mencapai Rp186 miliar.

Di sisi lain, jumlah aset yang dimiliki perusahaan meningkat 42 persen menjadi Rp30 triliun. Pada 2021, aset yang dimiliki yakni Rp21,1 triliun. Adapun jumlah liabilitas yang ditanggung mencapai Rp27,7 triliun atau meningkat dari Rp20 triliun pada 2021.

Sementara itu jumlah ekuitas mencapai Rp2,3 triliun atau lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2021, ekuitas perusahaan tercatat mencapai Rp1,1 triliun.

Risk Based Capital (RBC) IFG Life mencapai 127 persen atau hanya sedikit di atas ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 120 persen.

Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya yakni 223 persen setelah adanya pengalihan polis dari PT Asuransi Jiwasraya ke IFG Life.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper