Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Heboh! Data Nasabah BSI (BRIS) Diduga Bocor, Manajemen Buka Suara

Bank Syariah Indonesia (BSI) angkat bicara terkait isu kebocoran data nasabah akibat adanya serangan kelompok ransomware bernama LockBit 3.0.
Nasabah bertransaksi di salah satu pusat anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Senin (9/1/2022). /Bisnis-Arief Hermawan P
Nasabah bertransaksi di salah satu pusat anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Senin (9/1/2022). /Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI angkat bicara terkait isu kebocoran data nasabah akibat adanya serangan kelompok ransomware bernama LockBit 3.0.

BSI menyatakan bahwa sistem teknologi informasi telah pulih dan perbaikan keamanannya berjalan baik, setelah adanya gangguan sistem yang membuat nasabah tidak bisa bertransaksi selama beberapa hari.

Selain itu, pada Sabtu (13/5/2023) beredar informasi bahwa kelompok Ransomware-as-a-Service (RaaS) bernama LockBit 3.0 mengaku melakukan serangan ke sistem BSI dan mendapatkan sejumlah data. LockBit mengklaim memiliki 15 juta data pengguna dan kata kunci (password) dari semua layanan internal dan eksternal di BSI.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa pihaknya dapat segera memulihkan gangguan di sistem perseroan dan menilainya sebagai respons pemulihan yang baik. Dia juga menyebut bahwa seluruh layanan perbankan BSI sudah berangsur normal dan pulih sejak Kamis (11/5/2023).

"Gangguan di IT BSI sebenarnya telah dapat dipulihkan [recover operation] segera dan ini merupakan response recovery yang baik. Prioritas utama kami menjaga data dan dana nasabah," ujar Hery pada Sabtu (13/5/2023).

Hery mengatakan bahwa pihaknya melakukan dan meningkatkan perbaikan pengamanan sistem IT berdasarkan pedoman dan standar yang ditetapkan. Terdapat divisi khusus yang memperkuat keamanan teknologi BRIS, yakni di bawah Chief Information and Security Officer (CISO).

"CISO akan melihat titik-titik weak point yang harus ditutup. Itu adalah satu upaya untuk melindungi data-data nasabah," kata Hery.

Hery menyebut bahwa pihaknya terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Manajemen BRIS pun mengatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan comply terhadap aturan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper