Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng Bank Jago (ARTO), Leasing Boy Thohir & Jerry Ng (BFIN) Kelola Channeling Rp2 Triliun

“Fasilitas Pembiayaan Bersama ini disediakan dengan tujuan mendukung penyaluran pembiayaan bersama antara BFI dan Bank Jago kepada masyarakat [konsumen akhir].
Nasabah menunggu antrean di kantor cabang BFI Finance di Jakarta beberapa waktu lalu. Bisnis/Suselo Jati
Nasabah menunggu antrean di kantor cabang BFI Finance di Jakarta beberapa waktu lalu. Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pembiayaan Garibaldi Boy Thohir & Jerry Ng, PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) atau BFI Finance menyampaikan telah menandatangani perjanjian perubahan atas perjanjian kerja sama fasilitas pembiayaan bersama (channeling) dengan PT Bank Jago Tbk. (ARTO) atau Bank Jago.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (26/5/2023), Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono mengatakan bahwa perjanjian kerja sama itu ditandatangani pada tanggal 24 Mei 2023.

Sudjono menuturkan BFI Finance menerima limit fasilitas kerja sama sampai sebesar Rp2 triliun melalui kesepakatan kolaborasi itu.

“Fasilitas Pembiayaan Bersama ini disediakan dengan tujuan mendukung penyaluran pembiayaan bersama antara BFI dan Bank Jago kepada masyarakat [konsumen akhir] untuk kepemilikan kendaraan dengan jangka waktu pembiayaan sampai 48 bulan,” kata Sudjono dalam keterbukaan informasi.

Sebelumnya, BFI Finance juga telah mendapatkan kucuran dana berupa fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp2 triliun melalui penandatanganan fasilitas kredit pada 29 Desember 2022.

“Sehubungan dengan ketentuan dalam POJK No.31.POJK.04.2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi Atau Fakta Material oleh Emiten Atau Perusahaan Publik, bersama ini kami informasikan bahwa pada tanggal 29 Desember 2022, PT BFI Finance Indonesia Tbk. telah menandatangani fasilitas kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk.,” ungkap manajemen dalam keterbukaan informasi.

Secara rinci, manajemen menyebutkan bahwa pendanaan yang diterima BFIN di antaranya berupa installment loan 6 (committed) sebesar Rp2 triliun dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan 3 tahun untuk modal kerja usaha pembiayaan.

Selain itu, dalam penandatangan fasilitas kredit tersebut perusahaan juga mendapatkan perubahan limit fasilitas kredit multi fasilitas menjadi sebesar Rp800 miliar.

Sudjono menuturkan bahwa penandatanganan fasilitas kredit tersebut salah satunya bertujuan untuk mencapai target pertumbuhan bisnis BFIN pada 2023.

“Pendanaan dari BCA ini sebagai bagian dari pemenuhan kecukupan pendanaan BFI Finance tahun 2023, guna mencapai target pertumbuhan bisnis perusahaan 2023 sekitar 25 persen,” kata Sudjono kepada Bisnis kala itu.

Sudjono juga menyampaikan bahwa kucuran pendanaan tersebut akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.

“Seluruh pendanaan akan digunakan sebagai modal kerja untuk tujuan transaksi pembiayaan BFI Finance,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper