Bisnis.com, JAKARTA - PT Sun Life Financial Indonesia hari ini, Senin (25/8/2025), resmi meluncurkan Sun Proteksi Heritage 100, sebuah solusi asuransi jiwa tradisional yang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun.
Peluncuran ini hadir di tengah kekhawatiran meningkatnya risiko keuangan di Indonesia. Menurut data Global Asia Insurance Partnership (2022), kesenjangan perlindungan di Asia Pasifik telah mencapai US$886 miliar, meningkat 38 persen dalam lima tahun terakhir.
Angka ini menggambarkan selisih besar antara kebutuhan perlindungan masyarakat dengan perlindungan yang benar-benar dimiliki, sehingga masih banyak keluarga yang belum terlindungi secara finansial.
Indonesia berkontribusi hampir 50 persen terhadap angka tersebut, menunjukkan masih tergolong rentan secara finansial. Sun Proteksi Heritage 100 hadir sebagai Solusi perlindungan dan perencanaan warisan jangka panjang yang komprehensif serta inklusif, bagi beragam lapisan masyarakat terutama generasi produktif Indonesia.
“Kami memahami bahwa generasi produktif saat ini menghadapi berbagai tantangan finansial, biaya hidup yang terus meningkat, ketidakpastian masa depan, hingga kebutuhan akan warisan yang terencana. Sun Proteksi Heritage 100 kami rancang sebagai solusi nyata yang dapat diakses lebih mudah, terjangkau, memberikan manfaat lebih, dan relevan untuk semua kalangan yang ingin mulai merencanakan warisan dengan bijak,” ujar Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia.
Beberapa fitur produk itu antara lain, berupa 100% uang pertanggungan, jika tertanggung meninggal dunia dalam masa perlindungan. Selain itu terdapat manfaat yang dapat dinikmati untuk hari tua, di mana jika tertanggung hidup hingga usia 75 tahun, premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan hingga 100%.
Baca Juga
Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok usia 18-35 tahun mencatat literasi dan inklusi keuangan tertinggi, 74,05% skor literasi di kelompok 18-25 tahun dan 89,96% di umur 26-35 tahun.
Di sisi lain, proyeksi BPS menyebutkan bahwa penduduk usia produktif akan mendominasi 68% total populasi Indonesia pada tahun 2020-2030, menciptakan peluang besar bagi Solusi keuangan dan perlindungan yang inklusif, fleksibel dan lengkap.
Sun Proteksi Heritage 100 ini menjadi semakin relevan jika dikaitkan dengan hasil riset Sun Life Asia Financial Resilience Index 2025 “Balancing Today’s Need and Tomorrow’s Goal”, yang mengungkapkan bahwa hanya separuh dari masyarakat Indonesia merasa siap menghadapi kondisi darurat finansial.
Banyak dari mereka lebih memprioritaskan kebutuhan jangka pendek dan belum memiliki rencana pensiun atau warisan yang mumpuni.
“Kami percaya bahwa akses terhadap perlindungan berkualitas tidak boleh terbatas pada segmen tertentu. Dengan premi yang terjangkau dan fitur-fitur unggulan, kami ingin menjadikan perencanaan warisan sebagai sesuatu yang dapat dilakukan oleh lebih banyak lagi keluarga di Indonesia dan generasi produktif masa kini, tanpa harus menunda,” tambah Albertus Wiroyo.