AKUISISI BANK: Azas resiprokal Monetary Authority of Singapore ditagih

 
Sutan Eries Adlin | 16 April 2012 14:14 WIB

 

JAKARTA: Momentum akuisisi Bank Danamon oleh DBS Group asal Singapura merupakan saat tepat bagi perbankan nasional meminta Monetary Authority of Singapore menerapkan azas kesetaraan bisnis atau resiprokal

 

“Kami kira ini waktu yang tepat bagi bank di Indonesia untuk meminta azas resiprokal dilakukan, karena kami melihat bank [asal] Singapura bisa membuka cabang dan ATM dimanapun secara fleksibel di Indonesia,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Senin, 16 April 2012.

 

Dia berharap Monetary Authority of Singapore (otoritas jasa keuangan Singapura) bisa memberikan perlakukan yang sama kepada bank asal Indonesia yang beroperasi di Singapura, sebagaimana BI memberikan kemudahan izin bagi bank Singapura untuk membuka cabang dan ATM di dalam negeri.

 

“Yang diminta menurut hemat kami tidak merugikan [Singapura] hanya resiprokal saja,” tegasnya.

 

Menurut catatan Bisnis, bank terbesar di Indonesia dari sisi aset ini  berencana untuk memperluas layanan di Singapura melalui penambahan cabang dan pembukaan layanan anjungan tunai mandiri, serta izin operasional penuhSaat ini, layanan Bank Mandiri di negeri jiran tersebut masih terbatas karena tidak bisa mengelola dana pihak ketiga dari penduduk Singapura.

 

Pekan lalu, Direktur Utama Bank Negara Indonesia Gatot M Suwondo mendukung rencana Bank Indonesia yang akan meminta penerapan azas kesetaraan sebagai bagian dari izin akuisisi Danamon oleh DBS Group.

“Kami merasa kok gak ada resiprokal yah. kami selalu ditekan gak boleh ini gak boleh itu. Tapi disini bank asing enak banget,” ujarnya. (msb)

 

 

Sumber : Donald Banjarnahor

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top