Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirut BNI Keluhkan Pungutan OJK, Kenapa?

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Gatot M. Suwondo mengeluhkan pungutan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan diberlakukan pada 1 Maret 2014. Apa alasannya?
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 19 Februari 2014  |  14:24 WIB
Kantor OJK di Jakarta - Bisnis
Kantor OJK di Jakarta - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Gatot M. Suwondo mengeluhkan pungutan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan diberlakukan pada 1 Maret 2014.

Dia menilai seharusnya pungutan tersebut tidak dibebankan kepada perbankan, tetapi kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Nantinya, perbankan cukup membayar kepada LPS.

Menurutnya, LPS merupakan lembaga negara yang memiliki kewajiban untuk menyelamatkan industri perbankan. Jika bank akan kolaps, tentu LPS yang memberikan bailout.

"Masa perbankan harus bayar, seharusnya yang concern itu LPS," katanya, Rabu (19/2/2014).

Dia menuturkan, dengan adanya pungutan dari OJK tentu akan menambah beban biaya perseroan. Menurutnya, beban biaya itu dimungkinkan akan dibebankan kepada nasabah.

"Kemana lagi kami harus bebani kalau tidak kepada nasabah," ujarnya.

Perpres Premi OJK telah disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mulai 1 Maret 2014, OJK akan memungut biaya dari industri keuangan termasuk perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pungutan ojk
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top