Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aksa Mahmud Kuasai 30% Saham Bank Bukopin

Aksa Mahmud, orang terkaya ke-38 di Indonesia versi majalah Forbes, menjadi pemegang saham mayoritas di PT Bank Bukopin Tbk., setelah menambah kepemilikan saham menjadi 30%.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 07 April 2014  |  02:16 WIB
Aksa Mahmud Kuasai 30% Saham Bank Bukopin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Aksa Mahmud, orang terkaya ke-38 di Indonesia versi majalah Forbes, menjadi pemegang saham mayoritas di PT Bank Bukopin Tbk., setelah menambah kepemilikan saham menjadi 30%.

Penambahan saham itu dilakukan melalui PT Bosowa Corporindo yang 40% sahamnya dimiliki oleh Muhammad Aksa Mahmud dan sisanya dimiliki oleh keluarga Aksa.

Proses akuisisi akan diresmikan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 22 Mei 2014. Setelah itu akan dilakukan pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Mei 2014.

Dalam pengumuman ringkasan rancangan akuisisi saham yang dipublikasikan Senin (7/4/2014), disebutkan Bosowa akan mengakuisisi 1,034 miliar hingga 1,45 miliar saham Bank Bukopin milik Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo).

Melalui proses akuisisi tersebut, Bosowa Corporindo akan menguasai 30% saham Bank Bukopin dan menjadi pemegang saham pengendali. Manajemen Bosowa akan menggunakan dana sendiri untuk proses akuisisi.

Perjanjian peningkatan jual beli saham tersebut telah dilakukan antara Bosowa Corporindo dan Kopelindo pada 29 November 2013.

Sebelum dilakukan transaksi, per 28 Februari 2014, Kopelindo memiliki 2,68 miliar saham atau setara dengan 29,51%, sedangkan Bosowa Corporation hanya memiliki 18,57% dengan jumlah 1,68 miliar lembar.

Setelah proses akuisisi, dengan asumsi transaksi sebesar 1,038 miliar lembar saham, maka Bosowa Corporindo memiliki 2,72 miliar lembar saham atau 30%. Kepemilikan saham mayoritas Kopelindo tergeser menjadi hanya 18,09% atau 1,64 miliar lembar.

Sementara itu, pemerintah Negara Republik Indonesia memiliki 1,03 miliar lembar saham atau 11,43% dan saham publik sebesar 40,48% atau setara dengan 3,67 miliar lembar saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya aksa mahmud
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top