Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri Catatkan Kenaikan NPL Kuartal I/2014

PT Bank Mandiri Tbk. mencatatkan peningkatkatan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang cukup tipis menjadi 0,67% pada kuartal I/2014 dari posisi 0,57% year on year.nn
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 29 April 2014  |  03:28 WIB
 Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Mandiri Tbk. mencatatkan peningkatkatan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang cukup  tipis menjadi 0,67% pada kuartal I/2014 dari posisi 0,57% year on year.

Direktur Finance dan Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury menuturkan meski perekonomian Indonesia mengalami perlambatan dengan indikator ekonomi yang belum pulih, tetapi perseroan akan menjaga kualitas fungsi intermediasi.

Sementara itu, hingga Q1/2014 total kredit yang disalurkan perseroan mencapai Rp470,4 triliun, tumbuh 20,1% dari posisi Rp391,6 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Tren pertumbuhan tahun ini mengalami perlambatan tetapi masih sesuai dengan guideline,” ungkapnya, Senin (28/4/2014).

Saat NPL net perseroan mencatatkan penaikan, tetapi NPL gross mengalami penurunan dari posisi 2,08% pada kuartal I/2013 menjadi 2,07% pada kuartal I/2014.

Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan mencatatkan penurunan yang cukup tipis menjadi 16,15% pada kuartal I/2014 dari posisi 17,04%.

Bank berlambang pita emas ini berhasil menumbuhkan aset hingga 13,9% menjadi Rp729,48 triliun pada kuartal I/2014 dari posisi Rp640,59 triliun. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri npl naik
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top