Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pangsa Pasar Masih Kecil, Bank Syariah Tetap Menjanjikan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan syariah pada tahun ini masih menjanjikan. Walau pangsanya tergolong kecil tapi kondisi keuangan keseluruhan masih terjaga 5%-7%.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 09 Mei 2014  |  19:41 WIB
Pangsa Pasar Masih Kecil, Bank Syariah Tetap Menjanjikan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan syariah pada tahun ini masih menjanjikan. Walau pangsanya tergolong kecil tapi kondisi keuangan keseluruhan masih terjaga 5%-7%.  

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Mulya Siregar mengatakan potensi tersebut cukup besar untuk menunjang ekonomi nasional dengan dorongan sarana dan pemanfaatannya.

Mulya sampaikan pada intermediasi sangat tinggi senilai 102,2% dibandingkan kuartal IV/2013 senilai 100,3%. Lalu pembiayaan tumbuh 14,9% y-o-y di kuartal IV/2013 senilai 24,8% dengan mengalami penurunan.

"Tapi kita bisa maklumi dengan kondisi perekonomian sedemikian rupa," kata Mulya Siregar, di Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Untuk ketahanan CAR, dia mengatakan masih jauh dari 18% yaitu senilai 16,7% dengan NPF gross 3,5%. Adapun, pertumbuhan aset melewati y-o-y nasional dari 14,4% menjadi 14,9%. "Disadari terjadi perlambatan pertumbuhan pada kuartal/2013 senilai 24,2%."

Sementara itu, menurut dia, secara penetrasi Mulya terangkan deposit account meningkat dari 12,7 juta pada kuartal IV/2013 menjadi 13,1 juta. "Ini di posisi Maret 2014," ucapnya.

Mulya menyatakan pertumbuhan jaringan kantor Bank Umum Syariah bertambah sebanyak 3.044 kemudian share perbankan terhadap aset perbankan mencapai 4,88%.

"Kita sudah melakukan IB Vaganza di Bandung, Yogyakarta, Tangerang, Batam, dengan 99.000 rekening baru dari Dana Pihak Ketiga," ujarnya. 

Dia mengungkapkan bahwa perlambatan pertumbuhan disebabkan seiring kenaikan suku bunga, keterlambatan pertumbuhan di sektor riil, konsolidasi internal beberapa bank a.l. implementasi portofolio dan juga ada yang melakukan pembaharuan sistem IT.

"Dana haji memperkuat likuiditas. Kinerja 2014 diharapkan membaik pada kuartal II menyusul peralihan dana haji mencapai Rp14,3 triliun dari bank konvensional ke bank syariah," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Syariah
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top