Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gagasan Bank Infrastruktur & Bank Pertanian Dinilai Tak Perlu

Visi Calon Presiden untuk membangun Bank khusus Infrastruktur dinilai tidak perlu oleh Bankir Senior Gatot Mudiantoro Suwondo, yang juga Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 22 Mei 2014  |  23:45 WIB
Gagasan Bank Infrastruktur & Bank Pertanian Dinilai Tak Perlu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Visi Calon Presiden untuk membangun Bank khusus Infrastruktur dinilai tidak perlu oleh Bankir Senior Gatot Mudiantoro Suwondo, yang juga Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Menurut Gatot, yang juga ketua Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), saat ini sudah terdapat 123 bank yang beroperasi dan tidak perlu ditambah dengan bank baru.

"Kita bukan tidak mau membiayai infrastruktur atau pertanian, tapi model pertanian kita bagaimana, proyek infrastruktur kita bagaimana" tutur Gatot, Kamis (22/05/2014) di Jakarta.

Gatot menjelaskan, pihak perbankkan akan membantu setiap proyek selama hitungan pengembaliannya dapat diterima dan tidak akan menjadi kredit macet.

Dia menambahkan saat ini bank yang sudah ada turut serta dalam pembangunan dengan turut membiayai proyek-proyek strategis.

Seperti diketahui, pasangan calon presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi - JK) dalam visi-misinya untuk membuat kembali Bank Pembangunan & Infrastrukur. Sedangkan pasangan Prabowo & Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) juga akan membangun Bank khusus untuk Petani dan Nelayan.

Pasangan Jokowi - JK dalam paparan visi dan misinya akan membangun Jalan baru sepanjang 2.000 kilometer, 10 pelabuhan baru, 10 kawasan industri baru, membangun 5.000 pasar tradisional, mencetak 1 juta hektar sawah baru dan memperbaiki jaringan irigasi 3 juta hektar sawah.

Sementara pasangan Prabowo-Hatta dalam visi dan misinya akan membangun 4.000 kilometer rel kereta api, 3.000 kilometer jalan baru, mendorong 6 koridor MP3I di enam koridor ekonomi, memulai proses pemindahan ibu kota, membangun jalan bebas hambatan di atas laut di sekitar ruas Pantai Utara (Pantura) yang terkoneksi dengan rel kereta. Membangun 2.000 tower rumah susun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top