Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI PERBANKAN: Target Kredit Bank Nagari Direvisi

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Barat atau Bank Nagari merevisi target pertumbuhan kredit menjadi hanya 12% -15% tahun ini, dari target pertumbuhan sebelumnya sebesar 18%.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 05 Agustus 2014  |  23:14 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Barat atau Bank Nagari merevisi target pertumbuhan kredit menjadi hanya 12% -15% tahun ini, dari target pertumbuhan sebelumnya  18%.

Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Nagari Indra Wediana mengatakan masih belum membaiknya industri perbankan akibat situasi politik dan ekonomi membuat manajemen mengambil kebijakan merevisi target.Kami masih pesimistis dengan situasi ekonomi sampai akhir tahun ini. Makanya pertumbuhan tetap direm dan target direvisi, ujarnya, Selasa (5/8/2014).

Menurutnya, meski sejumlah kalangan optimistis kinerja industri perbankan membaik di semester II, namun masih tingginya tingkat suku bunga deposito membuat bank tidak mau mengobral kredit.Target pertumbuhan kredit itu juga akan diikuti dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih berimbang.

Dengan target itu dia menjamin komitmen bank untuk menjalankan fungsi intermediasi dengan ketat dan konsisten. Loan to deposit ratio (LDR) ditargetkan di kisaran 90%-95%. Sepanjang semester I lalu, Bank Nagari mencatat pertumbuhan kredit 17% atau mencapai Rp12,7 triliun, dan penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp13,5 triliun atau tumbuh 15%.

Dia menuturkan Bank Nagari akan fokus menggarap kredit sektor UMKM, pertanian dan peternakan yang porsinya mencapai 90% dari total penyaluran kredit bank milik pemda tersebut.Untuk mengurangi resiko kredit macet, kami memprioritaskan penyaluran kredit di bawah Rp5 miliar, utamanya kredit sektor UMKM, pertanian dan peternakan, ujarnya.

Sejak beberapa tahun terakhir, Bank Nagari terus memfokuskan penggarapan sektor itu dengan mengeluarkan produk kredit usaha rakyat (KUR) untuk UMKM, kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE) untuk bidang pertanian, serta kredit usaha peternakan sapi (KUPS) untuk bidang peternakan.Indra menyebutkan potensi penyaluran kredit itu masih sangat besar di Sumbar, mengingat sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan dan jasa masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah itu.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi mengatakan optimistis target pertumbuhan di awal tahun bisa tercapai meski situasi ekonomi secara nasional kurang kondusif. Kinerja kami [Bank Nagari] masih di jalur yang diharapkan, meski ada goncangan akibat situasi ekonomi yang kurang baik. Masih on the track lah, katanya.

Menurutnya bank masih bisa ekspansif dengan adanya suntikan modal yang diberikan pemegang saham. Tahun ini, pemegang saham Bank Nagari (pemprov Sumbar dan 19 pemda Kabupaten/kota) menyuntikkan modal sebesar Rp225 miliar.Suryadi bahkan berani menargetkan pendapatan laba sebesar Rp325 miliar di akhir tahun. Sampai semester pertama, mereka mencatat perolehan laba sebesar Rp145 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nagari
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top