Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Nagari Terima Suntikan Modal Rp225 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Barat atau Bank Nagari mendapatkan suntikan modal Rp225 miliar dari pemegang saham untuk menggenjot kinerja tahun ini.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 06 Agustus 2014  |  00:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Barat atau Bank Nagari mendapatkan suntikan modal Rp225 miliar dari pemegang saham untuk menggenjot kinerja tahun ini.

Suntikan modal itu, kata Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi digunakan untuk ekspansi bisnis dan pembukaan kantor cabang baru. "Untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan bisnis, tahun ini kami mendapat suntikan modal Rp225 miliar dari pemegang saham [pemprov Sumbar dan pemda 19 Kabupaten/kota]," katanya.

Dia mengatakan di tengah tingginya tekanan yang dihadapi industri perbankan akibat situasi ekonomi yang kurang baik, tambahan modal sangat diperlukan untuk menjamin pengembangan bisnis tidak terhambat.Dengan begitu, dia berharap kinerja bank bisa tetap optimal, serta target laba Rp325 di akhir tahun bisa tercapai.

"Sejauh ini kami masih optimis, meski ada goncangan tetapi masih di jalurnya," ujar Suryadi.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Nagari Indra Wediana mengatakan pada semester II/2014 mereka merivisi target pertumbuhan kredit dengan hanya 12%-15% dari target awal tahun sebesar 18%.

"Kami masih pesimistis dengan situasi ekonomi sampai akhir tahun ini. Makanya pertumbuhan tetap direm dan target direvisi," ujarnya,  Selasa (5/8/2014).

Menurutnya, meski sejumlah kalangan optimistis kinerja industri perbankan membaik di semester II, tetapi masih tingginya tingkat suku bunga deposito membuat bank tidak mau mengobral kredit.Target pertumbuhan kredit itu juga akan diikuti dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih berimbang.

Dengan target itu dia menjamin komitmen bank untuk menjalankan fungsi intermediasi dengan ketat dan konsisten, dan loan to deposit ratio (LDR) ditargetkan di kisaran 90%-95%. Sepanjang semester I lalu, Bank Nagari mencatat pertumbuhan kredit 17% atau mencapai Rp12,7 triliun, dan penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp13,5 triliun atau tumbuh 15%.

Dia menuturkan Bank Nagari akan fokus menggarap kredit sektor UMKM, pertanian dan peternakan yang porsinya mencapai 90% dari total penyaluran kredit bank milik pemda tersebut. "Untuk mengurangi resiko kredit macet, kami memprioritaskan penyaluran kredit di bawah Rp5 miliar, utamanya kredit sektor UMKM, pertanian dan peternakan," ujarnya.

Sejak beberapa tahun terakhir, Bank Nagari terus memfokuskan penggarapan sektor itu dengan mengeluarkan produk kredit usaha rakyat (KUR) untuk UMKM, kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE) untuk bidang pertanian, serta kredit usaha peternakan sapi (KUPS) untuk bidang peternakan.Indra menyebutkan potensi penyaluran kredit itu masih sangat besar di Sumbar, mengingat sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan dan jasa masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nagari
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top