Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsolidasi Perbankan BUMN Kembali Tertunda

Pemerintah memutuskan untuk membahas rencana konsolidasi perbankan badan usaha milik negara (BUMN) kembali tertunda pada tahun depan.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 16 Desember 2014  |  04:24 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno. - Antara
Menteri BUMN Rini Soemarno. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah memutuskan untuk membahas rencana konsolidasi perbankan badan usaha milik negara (BUMN) kembali tertunda pada tahun depan.

Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain, Kementerian BUMN, mengatakan rencana konsolidasi bank-bank BUMN belum menjadi prioritas pemerintah.

"Konsolidasi perbankan akan kami bahas tahun depan," ungkapnya, Senin (15/12/2014).

Selain konsolidasi perbankan, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno juga akan mengkaji ulang penciutan BUMN terutama pembentukan holding BUMN. Padahal, rencana holding BUMN telah diwacanakan sejak lama.

"Saya melihat lagi apakah bentuk holding paling tepat untuk sekarang," kata Rini pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, konsolidasi BUMN tidak hanya harus dilihat dari jumlah semata. Tetapi, perlu dilihat efektivitas BUMN tersebut terutama pengawasan hingga ke anak cucu perusahaan.

Jumlah anak usaha BUMN yang mencapai 600 perusahaan, dan BUMN sendiri mencapai 138 perusahaan, dinilai terlalu banyak dan tidak terkontrol dengan baik. Dalam 3 tahun ke depan, Rini akan membenahi struktur tersebut agar BUMN dapat bersaing secara global.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konsolidasi bank
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top