Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Bisnis Membesar, Petani Indramayu Minta Asuransi Pertanian

Pemerintah didesak segera mengeluarkan peraturan tentang asuransi pertanian menyusul risiko yang harus ditanggung petani di tengah anomali cuaca yang terus terjadi.
Adi Ginanjar Maulana dan Maman Abdurahman
Adi Ginanjar Maulana dan Maman Abdurahman - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  15:08 WIB
Anomali cuaca dan hama membuat risiko usaha di sektor pertanian meningkat - bisnis
Anomali cuaca dan hama membuat risiko usaha di sektor pertanian meningkat - bisnis

Bisnis.com, INDRAMAYU - Pemerintah didesak segera mengeluarkan peraturan tentang asuransi pertanian menyusul risiko yang harus ditanggung petani di tengah anomali cuaca yang terus terjadi.

Wakil Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu Sutatang menjelaskan sektor usaha pertanian dianggap paling berisiko karena bergantung pada cuaca sehingga diperlukan proteksi untuk meminimalisir potensi kerugian yang bakal ditanggung petani.

Selain ancaman kerugian yang ditimbulkan akibat anomali cuaca yang terus terjadi sejak beberapa tahun terakhir, serangan hama (OPT) yang kerap menyerang dengan gas juga menjadi ancaman tersendiri bagi sektor pertanian.

Dia mengatakan wacana pemberlakukan regulasi yang mengatur masalah asuransi pertanian sudah seharusnya diterapkan karena petani kerap mengalami kerugian cukup besar akibat anomali cuaca dan sarangan hama.

Dia mencontohkan sektor pertanian di Indramayu yang sebagian besar areal pertaniannya masuk kategori berisiko tinggi karena anomali cuaca yang sering banjir ketika musim penghujan dan terancam kekeringan saat kemarau.

“Hampir 72,4% areal sawah di Indramayu rawan gagal panen saat musim gadu dari total areal sebanyak 116.000 hektare,” katanya, Kamis (22/1/2015).

Sutatang mengatakan area sawah yang masih tergolong rawan di Indramayu kebanyakan masih mengandalkan pengairan dari Sungai Jatigede yang belum beroperasi maksimal.

Sementara itu, sisa areal sawah lainnya yang tersebar di delapan kecamatan relatif lebih aman karena mendapatkan pasokan air dari Sungai Jatiluhur.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi pertanian petani indramayu
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top