Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendati Laba Naik, Kredit BRI Melambat

Kendati meraup laba bersih tahun lalu lebih tinggi dari laba bersih tahun 2013, penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengalami perlambatan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  01:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati meraup laba bersih tahun lalu lebih tinggi dari laba bersih tahun 2013, penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengalami perlambatan.

Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni menyatakan penyaluran kredit sepanjang 2014 meleset dari acuan Bank Indonesia sebesar 15% hingga 17%.

“Ini disebabkan terjadinya pengetatan likuiditas yang menghambat penghimpunan DPK dan perseroan lebih selektif dalam memilih debitur,” ujarnya seusai paparan kinerja keuangan 2014 di Jakarta, Senin (26/1/2015).

Selain itu, lanjut Achmad, agenda politik juga berpengaruh ke permintaan kredit. Cukup banyak debitur kelas menengah dan korporasi yang membatasi kredit karena melihat situasi tahun lalu.

Tahun ini BRI berhasil membukukan laba bersih senilai Rp24,20 triliun (bank only) atau meningkat sebesar 14,35% dari tahun 2013 senilai  Rp 21,16 triliun (year-on-year).

Pertumbuhan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp981 per lembar saham atau lebih besar dari angka di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp858 per lembar saham.

Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh kontribusi penyaluran kredit yang meningkat. Penyaluran kredit BRI menguasai industri perbankan nasional dengan total outstanding kredit BRI pada 2014 senilai Rp490,41 triliun.

Kredit bank yang menyasar segmen mikro ini tumbuh sebesar 13,88% (yoy) senilai Rp58,79 triliun dari outstanding kredit 2013 senilai Rp430,62 triliun.

Sementara itu, dari sisi dana pihak ketiga (DPK), BRI juga mencatatkan penaikan sebesar 23,45% senilai Rp600,40 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp486,37 triliun. Hal ini menyebabkan rasio kredit terhadap pihak ketiga atau loan deposit ratio (LDR) BRI tercatat sebesar 81,68% pada Desember 2014.

Komposisi DPK BRI masih didominasi deposito yang sebesar Rp278,91 triliun atau 46,45% dari total dana terhimpun. Sedangkan tabungan mencapai Rp232,41 triliun atau 38,71% dan giro senilai Rp89,08 triliun atau 14,84% dari total DPK.

Pertumbuhan pendapatan non bunga atau fee based income emiten berkode BBRI ini juga meningkat 24,9% dari Rp4,9 triliun pada 2013 menjadi Rp6,1 triliun pada tahun lalu.

"Pertumbuhan fee based income ini berasal dari transaksi e-banking yang meningkat 71,5% dari tahun sebelumnya," tutur Direktur Bisnis UMKM BRI Djarot Kusumayakti.

 Adapun, total aset tumbuh sebesar 28,34% atau Rp171,65 triliun. Pada 2013 aset BRI tercatat Rp606,37 triliun menjadi Rp778,02 triliun pada tahun lalu. Secara keseluruhan total NPL BRI 2014 berada pada posisi 1,69% atau naik tipis dari NPL tahun sebelumnya yang sebesar 1,55%. Sementara itu NPL mikro BRI berada di angka 1,12%.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri penyaluran kredit
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top