Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Perkuat Modal 42 BUMN Rp72,9 Triliun

Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun Anggaran 2015, yang diserahkan Menteri Keuangan kepada pimpinan DPR 9 Januari lalu, pemerintah mencantumkan anggaran penambahan modal kepada 42 Badan Usaha Milik Negara sebagai tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN).
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  16:31 WIB
Kantor Kementerian BUMN. Pemerintah perkuat modal 42 BUMN Rp72,9 triliun - Bisnis
Kantor Kementerian BUMN. Pemerintah perkuat modal 42 BUMN Rp72,9 triliun - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) Tahun Anggaran 2015, yang diserahkan Menteri Keuangan kepada pimpinan DPR 9 Januari lalu, pemerintah mencantumkan anggaran penambahan modal kepada 42 Badan Usaha Milik Negara  sebagai tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dalam draft RAPBN-P 2015 itu disebutkan, alokasi anggaran yang diajukan pemerintah untuk memperkuat ke-42 BUMN itu totalnya adalah sebesar Rp 72,974 triliun, yang merupakan peningkatan sebesar Rp 67,873 triliun dibandingkan dengan anggaran yang dialokasi pada APBN Tahun Anggaran 2015.

“Peningkatan PMN pada BUMN digunakan untuk mendukung  agenda prioritas nasional melalui beberapa program prioritas,” kata Menkeu dalam buku draft RAPBN-P 2015 itu seperti dimuat situs resmi Setkab, Rabu (28/1/2015).

Beberapa program prioritas yang dimaksudkan oleh Menkeu itu adalah:  Pertama,  meningkatkan kedaulatan pangan;  kedua, pembangunan infrastruktur dan maritim;  ketiga,  mendukung industri kedirgantaraan dan keempat, membangunan industri pertahanan nasional.

Dalam kelompok PMN BUMN untuk meningkatkan kedaulatan pangan, termasuk di antaranya adalah Perum Bulog, PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Nusantara, Perum Perikanan Indonesia, PT Garam, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PTPN III, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PT PNM.

Kelompok pembangunan infrastruktur dan maritim adalah PT Angkasa Pura II, PT ASDP, PT Pelni, PT Djakarta Lloyd, PT Hutama Karya, Perum Perumnas, PT Waskita Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Kapal Indonesia, PT Pelindo IV, PT KAI, PT Bank Mandiri, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Kelompok PMN BUMN untuk mendukung industri kedirgantaraan dialokasikan kepada PT Dirgantara Indonesia. Kelompok untuk membangun industri pertahanan nasional dialokasikan kepada PT Pindad, dan Kelompok lainnya adalah PT Krakatau Steel, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, PT Aneka Tambang, dan PT Perusahaan Pengelola Aset

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top