Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adira Finance Salurkan Pembiayaan Kendaraan Rp34,1 triliun

Adira Finance, perusahaan pembiayaan kredit mobil dan sepeda motor, berhasil menyalurkan pembiayaan baru Rp34,1 triliun pada 2014 atau tumbuh Rp340 miliar dari tahun sebelumnya Rp33,7 triliun.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  19:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-Adira Finance, perusahaan pembiayaan kredit mobil dan sepeda motor, berhasil menyalurkan pembiayaan baru Rp34,1 triliun pada 2014 atau tumbuh Rp340 miliar dari tahun sebelumnya Rp33,7 triliun.

Willy Suwandi Dharma, Direktur Utama Adira Finance, mengatakan piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) naik 3% menjadi Rp49,6 triliun dibandingkan 2013 sejumlah Rp48,3 triliun.

“Sedangkan total kontrak baru kami mencapai1,9 juta pada tahun 2014,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Jumat (30/1/2015).

Menurutnya, pangsa pasar sepeda motor baru dan mobil baru yang dibiayai terhadap penjualan kendaraan bermotor nasional masing-masing terjaga pada level 12,6% dan 5,3%.

Dia menjelaskan laba bersih Adira Finance pada 2014 terkoreksi menjadi Rp792 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun.

Koreksi itu, lanjutnya, terutama disebabkan oleh kenaikan pada beban pendanaan, peningkatan pada biaya operasional dengan adanya peraturan terkait fidusia dan kenaikan pada UMP regional, serta perubahan pada pencatatan akuntansi.

Sementara itu Hafid Hadeli, Direktur Pemasaran Pembiayaan Adira Finance, mengatakan pihaknya pada 2014 menyalurkan pembiayaan baru sepeda motor Rp19,7 triliun dan pembiayaan baru untuk mobil Rp14,3 triliun.

Hampir sepertiga dari pembiayaan baru adalah atas kendaraan bekas dan pembiayaan sepeda motor masih menjadi kontributor utama pembiayaan baru yakni sebesar 58%.

Adira Finance mencatat pembiayaan sepeda motor tumbuh 4% setelah sempat turun pada tahun 2013 serta  pembiayaan mobil terkoreksi 3% pada 2014 antara lain akibat penjualan mobil nasional yang turun 2% dan kendaraan komersial turun 6%.

 “Namun, unit usaha syariah kami masih mampu membukukan kinerja yang sangat baik,” ujarnya.

Hafid menjelaskan sepanjang 2014 pembiayaan kendaraan bermotor berbasis syariah tumbuh 2 kali setelah sempat melambat yakni dari Rp672 miliar pada 2013 menjadi sebesar Rp2,4 triliun, dan lebih 80% dari pembiayaan sepeda motor.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adira finance kendaraan bermotor
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top