Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPD Minta Penyeragaman Rasio Dividen

Bank Pembangunan Daerah (BPD) meminta agar ada aturan untuk menyeragamkan devidend payout ratio kepada pemerintah daerah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 03 Februari 2015  |  00:30 WIB
Agar leluasa bergerak. - Antara
Agar leluasa bergerak. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) meminta agar ada aturan untuk menyeragamkan devidend payout ratio kepada pemerintah daerah.

Direktur Utama PT Bank Jatim Tbk Hadi Sukrianto berharap ada penyeragaman setoran dividen kepada setiap pemerintah daerah yang tidak lebih dari 50%.

"Kalau dividen tidak lebih dari 50% maka sisanya akan bisa digunakan untuk penguatan modal," ujarnya kepada Bisnis.com. Pada 2014, Bank Jatim menyetorkan dividen sebesar 70% dari total laba yang diperoleh perseroan di sepanjang 2013.

Tahun ini, pihaknya berencana untuk menyetorkan dividen sekitar 40% dari total perolehan laba sepanjang 2014 senilai Rp958,13 miliar. Kendati demikian, dia berharap adanya peraturan yang mengatur dan menyeragamkan besaran ratio dividen untuk seluruh BPD.

"Saya berharap sekali kalau ada penurunan dividen ini dan adanya penyeragaman rasio dividen untuk Bank BUMD sehingga bank dapat leluasa bergerak dan capital adequacy ratio atau CAR mencukupi," ucap Hadi.

Ekonom dari PT Bank Permata Tbk (BNLI) Josua Pardede menuturkan penyeragaman dividen BPD agak sulit dilakukan karena harus disesuaikan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setiap daerah.

"Ini kebijakan masing-masing daerah dividennya dan harus disesuaikan anggaran daerah masing-masing," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen bpd
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top