Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Jamkrindo Meroket 62,7% Jadi Rp724 Miliar

Perusahaan umum Jaminan Kredit Indonesia atau Perum Jamkrindo membukukan laba bersih sebesar Rp724,6 miliar pada 2014, meroket 62,7% dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp445,1 miliar.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 16 Februari 2015  |  03:58 WIB
Laba Jamkrindo Meroket 62,7% Jadi Rp724 Miliar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan umum Jaminan Kredit Indonesia atau Perum Jamkrindo membukukan laba bersih sebesar Rp724,6 miliar pada 2014, meroket 62,7% dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp445,1 miliar.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar mengumumkan kinerja perusahaan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (16/2/2015). Disebutkan, laba tahun berjalan meningkat menjadi Rp664,1 miliar dari sebelumnya Rp525,2 miliar.

Pendapatan penjaminan yang diraih Perum Jamkrindo sepanjang periode 2014 mencapai Rp1,68 triliun dari setahun sebelumnya Rp1,6 triliun. Imbal jasa penjaminan bersih mencapai Rp1,44 triliun dari sebelumnya Rp1,33 triliun.

Sebaliknya, pendapatan penjaminan usaha syariah Perum Jamkrindo justru merosot menjadi Rp121,2 miliar dari sebelumnya Rp137,8 miliar. Imbal jasa penjaminan bersih usaha syariah turun menjadi Rp98,4 miliar dari sebelumnya Rp111,3 miliar.

Untuk itu, laba usaha syariah Perum Jamkrindo juga merosot menjadi Rp48,4 miliar sepanjang tahun lalu dibandingkan dengan periode 2013 yang mencapai Rp60,3 miliar.

Secara keseluruhan, aset Perum Jamkrino mencapai Rp10,02 triliun per 31 Desember 2014 dari setahun sebelumnya Rp8,2 triliun. Liabilitas yang dimiliki Perum Jamkrindo mencapai Rp1,6 triliun dengan ekuitas Rp8,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba jamkrindo
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top