Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bank Syariah Bukopin Naik 104,9%

PT Bank Syariah Bukopin berhasil mencatatkan pertumbuhan yang baik per semester I tahun ini di tengah perlambatan ekonomi.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 07 Juli 2015  |  00:40 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Syariah Bukopin berhasil mencatatkan pertumbuhan yang baik per semester I tahun ini di tengah perlambatan ekonomi.
 
Direktur Utama BSB Riyanto menuturkan laba perusahaan hingga akhir Juni 2015 mencapai Rp12,3 miliar atau naik sebesar 104,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year) yang senilai Rp6 miliar.
 
"Peningkatan laba ini sejalan dengan biaya dana yang mulai turun sejak 3 bulan terakhir. Semula tingkat bagi hasil deposito setara 10% bahkan lebih, saat ini di kisaran 9% hingga 9,5%," tuturnya di Jakarta baru-baru ini.
 
Laba perseroan pada paruh pertama tahun ini lebih baik dibandingkan dengan laba semester I tahun lalu yang mengalami koreksi cukup dalam, yakni turun 211,5% dari Juni 2013 yang senilai Rp18,69 miliar. Pada tahun lalu, terjadi peningkatan biaya dana dari Rp96,85 miliar menjadi Rp156,37 miliar. Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan pencapaian laba senilai Rp27,5 miliar.
 
Kendati laba bertumbuh cukup pesat, penyaluran pembiayaan hanya tumbuh sebesar 9,8% secara tahunan. Riyanto menyebut pembiayaan perseroan per Juni 2015 tercatat senilai Rp3,8 triliun atau tumbuh 9,8% dari semester I tahun lalu yang senilai Rp3,4 triliun.
 
Menghadapi perlambatan ekonomi yang menyebabkan penurunan kinerja sektor rill, BSB terus meningkatkan prinsip kehati-hatiannya dan tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya dalam menyalurkan pembiayaan. Perseroan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan, terutama untuk sektor yang mengalami kelesuan, seperti sektor pertambangan.
 
"Tidak hanya perbankan saja yang mengalami perlambatan pembiayaan, hampir seluruh sektor jasa keuangan. Multifinance juga menurun," kata Riyanto.
 
Sejalan dengan penaikan rasio kredit bermasalah yang terjadi di industri perbankan akibat dari perlambatan ekonomi, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross perseroan naik tipis menjadi 4,4% dibandingkan semester I tahun lalu yang sebesar 4,31%. Riyanto mengatakan untuk tahun ini NPF nett akan dijaga dikisaran 3%. 
 
Adapun komposisi penyaluran pembiayaan perseroan sebesar 60% ditujukan ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sisanya ditujukan ke segmen komersial. Sementara itu, sektor yang menjadi andalan BSB dalam menyalurkan pembiayaan antara lain sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan properti.
 
Selain mencatatkan laba yang bertumbuh, BSB juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 12,28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Per semester I/2015 aset BSB mencapai Rp5,2 triliun, sedangkan pada semester I/2014 aset perseroan tercatat senilai Rp4,6 triliun.
 
Dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BSB berhasil menghimpun dana senilai Rp4 triliun atau naik 24,3% secara tahunan dari Rp3,3 triliun pada Juni tahun lalu. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan juga naik dari 10,74% menjadi 14,3%. Untuk funding to deposit ratio (FDR) mengalami penurunan dari 102,84% menjadi 93,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laba bank bank bukopin syariah
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top