Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Yudha Bhakti Perluas Kerjasama dengan Askrindo

PT Bank Yudha Bhakti Tbk berencana untuk memperluas kerjasama dengan perusahaan asuransi milik pemerintah PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) guna menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 14 Agustus 2015  |  20:16 WIB
Bank Yudha Bhakti Perluas Kerjasama dengan Askrindo
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Yudha Bhakti Tbk berencana untuk memperluas kerjasama dengan perusahaan asuransi milik pemerintah PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) guna menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan.

Direktur Kepatuhan Bank Yudha Bhakti Iim Wardiman mengatakan saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan Askrindo untuk kredit pensiun. Dengan dilindunginya kredit pensiun perseroan oleh Askrindo, aset tertimbang menurut risiko (ATMR) kredit pensiun menjadi 50%.

Adapun dengan menambah penjaminan atau asuransi kredit, jumlah ATMR kredit bank dapat sedikit berkurang dan CAR tidak terlalu tergerus.

"Kami ke depan ingin penjajakan dengan Askrindo untuk kredit lain, saat ini kredit pensiun sudah dengan mereka," ujarnya di Jakarta.

Per Juni 2015 rasio kecukupan modal perseroan tercatat mengalami penurunan sebesar 90 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada semester I/2015 CAR emiten berkode saham BBYB ini tercatat sebesar 14,21%, sedangkan pada Juni 2014 tercatat sebesar 15,11%.

Iim menyatakan pihaknya belum bisa melakukan aksi korporasi penerbitan saham baru (rights issue) untuk menambah permodalan perseroan.

Hal ini, lanjutnya, dikarenakan perseroan belum diperbolehkan rights issue dalam jangka waktu 12 bulan sejak perseroan melakukan aksi penawaran perdana saham (initial public offering/IPO).

Seperti diketahui, Bank Yudha Bhakti baru melantai di bursa efek pada Janari tahun ini. "Paling cepat kami bisa rights issue Januari tahun depan. Kami butuh untuk ekspansi kredit," tuturnya.

Adapun pada paruh pertama tahun ini, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih setelah pajak senilai Rp11,84 miliar atau meningkat sebesar 93,46% dibandingkan laba Juni 2014 yang senilai Rp6,12 miliar.

Penyaluran kredit perseroan hingga Juni 2015 tercatat senilai Rp2,31 triliun atau meningkat sebesar 15,15% secara year to datedibandingkan akhir tahun lalu yang senilai Rp2 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan  tercatat senilai Rp2,66 triliun yang terdiri dari simpanan berjangka Rp2,33 triliun, tabungan senilai Rp171,34 miliar dan giro senilai Rp156,99 miliar.

Direktur Utama Askrindo Antonius Chandra Satya Napitupulu mengatakan saat ini kerjasama dengan Bank Yudha Bhakti masih terbatas untuk kredit konsumtif dan  kredit pensiun.

 “Kami tengah diskusi dan evaluasi untuk asuransi kredit diluar konsumtif dan pensiun. Kendati, kami juga enggak mau kami memberikan penjaminan atau asuransi jadi lebih mahal buat debitornya Bank Yudha Bhakti. Kami dengan mereka baru ada pembicaraan sekitar dua hingga tiga minggu lalu,” katanya.

Antonius menyatakan banyak bank yang mulai tertarik untuk menggandeng perusahaan penjaminan atau asuransi kredit.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan ketentuan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan yang mengimbau industri perbankan untuk dapat menjaga permodalan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

askrindo bank yudha bhakti
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top