Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas, Dana JHT Kena Pajak Progresif

Masyarakat perlu mengetahui, pencairan dana saldo jaminan hari tua (JHT) akan dikenai pajak progresif.n
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 09 September 2015  |  07:36 WIB
BPJS Ketenagakerjaan - Bisnis
BPJS Ketenagakerjaan - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Masyarakat perlu mengetahui, pencairan dana saldo jaminan hari tua (JHT) akan dikenai pajak progresif.

PP No. 68/2009 tentang Tarif Pajak PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan JHT Dibayarkan Sekaligus, memposisikan dana JHT sebagai penghasilan pekerja, sehingga dana tersebut ketika diambil dikenai pajak progresif.

Berdasarkan aturan tersebut, pencairan dana senilai Rp1-Rp50 juta dikenakan pajak 5%, Rp50.000.001-Rp250 juta dikenakan pajak 15%, Rp250.000.001-Rp500 juta dikenakan pajak 25%, dan Rp500.000.001 ke atas dikenakan pajak 30%.

Namun, apabila peserta hanya mencairkan dana JHT saat memasuki usia pensiun, atau pada usia 56 tahun, maka pajak yang dikenakan hanya 5%. Artinya, pajak berjenjang hanya berlaku bagi peserta yang mencairkan dana JHT sebelum usia pensiun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jht
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top