Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disaksikan Rini Soemarno, 3 Bank BUMN Teken Utang dari China Sebesar Rp43,5 Triliun

Tiga bank pelat merah memperoleh pinjaman senilai total US$3 miliar atau sekitar Rp43,5 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) dari China Development Bank (CDB).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 16 September 2015  |  20:49 WIB
Disaksikan Rini Soemarno, 3 Bank BUMN Teken Utang dari China Sebesar Rp43,5 Triliun
Sebanyak 3 bank BUMN yang diwakili oleh Dirut PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin, Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Asmawi Syam, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk Achmad Baiquni, meneken kredit dengan Presdir China Development Bank (CDB) Zheng Zhijie disaksikan Menteri Menteri BUMN Rini M. Soemarno bersama dengan Chairman NDRC Xu Shaoshi. - foto: istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tiga bank pelat merah memperoleh pinjaman senilai total US$3 miliar atau sekitar Rp43,5 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) dari China Development Bank (CDB).

Ketiga bank yang memperoleh pinjaman tersebut yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk.

Penandatanganan kesepakatan pinjaman dilakukan Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dengan President of China Development Bank Zheng Zhijie yang disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Minister/Chairman of National Development and Reform Comittee Xu Shaoshi di Beijing, China, Rabu (16/9/2015) malam.

Dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, pinjaman tesebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air.

Dari total pinjaman tersebut, masing-masing bank yaitu Bank Mandiri, BRI dan BNI, menerima pinjaman masing-masing senilai US$1 miliar dengan tenor 10 tahun.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan tujuan pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur serta hilirisasi industri BUMN Indonesia.

"Jangka waktu pinjaman selama 10 tahun sesuai dengan pembiayaan infrastruktur yang membutuhkan dana-dana jangka panjang," ujarnya.

Selain itu, pinjaman ini akan meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan China.

Pinjaman ini, lanjutnya, merupakan awal dari komitmen CDB senilai US$30 miliar untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri BUMN Indonesia.

"Kami harap langkah ini dapat lebih memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang jauh lebih baik di masa datang," ucap Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bumn china development bank
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top