Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKUISISI BANK: Begini Komposisi Pemegang Saham Bank Windu

Komposisi pemegang saham lainnya di Bank Windu berdasarkan laporan keuangan Juni tahun ini adalah, PT Mitra Wadah Kencana (9,36%), PT Blue Cross Indonesia (9,13%), Sjerra Salim (0,87%), Suganda Setiadi Kurnia (0,12%), Syamsuari Halim (0,1%), dan publik (14,07%).
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 19 September 2015  |  09:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemegang saham pengendali PT Bank Windu Kentjana International Tbk., Johnny Wiraatmadja telah menandatangani perjanjian dengan China Construction Bank pada Jumat (18/9/2015) terkait dengan pengalihan saham miliknya.

Pengalihan saham itu berpotensi menjadikan China Construction Bank (CCB) sebagai pemegang saham pengendali di Bank Windu.

Berdasarkan laporan keuangan Juni 2015 yang dikutip Sabtu (19/9/2015), Johnny Wiraatmadja menguasai 66,36% saham di perseroan. Namun, berdasarkan laporan registrasi efek akhir Agustus 2015, Johnny memiliki 45,79% saham ditambah 50,97% saham waran.

Adapun komposisi pemegang saham lainnya di Bank Windu berdasarkan laporan keuangan Juni tahun ini adalah, PT Mitra Wadah Kencana (9,36%), PT Blue Cross Indonesia (9,13%), Sjerra Salim (0,87%), Suganda Setiadi Kurnia (0,12%), Syamsuari Halim (0,1%), dan publik (14,07%).

Sjerra Salim, salah satu keponakan dari almarhum Soedono Salim, saat ini menempati jabatan sebagai Komisaris Utama Bank Windu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank akuisisi
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top