Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hadapi Basel III, BNI Harapkan Pertumbuhan Kredit

Kendati rasio kecukupan modal masih baik, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengharapkan kredit tahun depan lebih bertumbuh guna menghadapi ketentuan permodalan basel III.
Ihda Fadila
Ihda Fadila - Bisnis.com 04 Oktober 2015  |  21:08 WIB
Ilustrasi: ATM Bank BNI - JIBI/Rahmatullah
Ilustrasi: ATM Bank BNI - JIBI/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati rasio kecukupan modal masih baik, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengharapkan kredit tahun depan lebih bertumbuh guna menghadapi ketentuan permodalan basel III.

Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan hingga akhir tahun, perseroan memprediksi pertumbuhan kredit bisa mencapai 13%-14%. Di kuartal ketiga ini, pertumbuhan kredit BNI dirasa masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya di kisaran 11%-12%.

Meski belum banyak berubah, lanjut Rico, angka pertumbuhan ini masih di atas rerata industri yang pada Agustus lalu tercatat sebesar 10,9%.

“Kalau lihat pertumbuhan saya rasa kita masih cukup [hadapi basel III], di tahun depan kalau keadaan normal [permodalan] masih bisa dipenuhi dari intenal return,” katanya saat ditemui Bisnis.com, beberapa waktu lalu.

Rico menambahkan sebenarnya perseroan sudah menyiapkan beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk penambahan modal pada tahun depan untuk menghadapi ketentuan basel tersebut, seperti subdebt. Namun, hal ini belum ditentukan mengingat kondisi perekonomian diharapkan bakal membaik tahun depan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut dalam tahap awal penerapan Basel III tahun depan, tiap entitas bank harus memiliki capital adequacy ratio (CAR) minimal sebesar 14%. Aturan Basel 3 akan berlaku mulai 1 Januari 2016 dan berlangsung secara bertahap hingga 2019.

Kemudian dalam kajian OJK, pada tahap akhir penerapan Basel III, perbankan harus memiliki rasio kecukupan modal di posisi berkisar 17,5%-22%.

Berdasarkan presentasi kinerja perseroan per Juni lalu, kredit BNI tercatat senilai Rp288,72 triliun atau tumbuh 12,1% secara year on year (y-o-y) dari tahun sebelumnya Rp257,53 triliun. Adapun CAR perseroan tercatat sebesar 17,1% atau naik 110 bps secara y-o-y dari sebelumnya 16%.

Tahun depan, Rico mengatakan CAR emiten berkode BBNI ini diprediksi masih bakal terjaga. “Insya Allah kalau tidak ada apa-apa masih oke,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

basel iii
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top