Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK Target 300.000 Agen Laku Pandai Tahun Ini

Otoritas Jasa Keuangan menargetkan jumlah agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau Laku Pandai dapat bertambah 300.000 tahun ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad. /Bisnis.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan menargetkan jumlah agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau Laku Pandai dapat bertambah 300.000 tahun ini.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan dengan penambahan jumlah agen tersebut, diharapkan dapat mempercepat akses keuangan hingga ke berbagai pelosok daerah.

“Kita akan terus dorong layanan ini, tentu saja inisiatif ini sudah berjalan untuk menyelesaikan masalah distance,” katanya.

Adapun dari data yang dihimpun OJK, hingga Oktober 2015 sudah ada enam bank penyelenggara Laku Pandai, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Dari enam bank penyelenggara Laku Pandai tersebut, hingga bulan kesepuluh tahun lalu telah memiliki 24.865 agen dan jumlah rekening 1,09 juta dengan jumlah saldo Rp41,33 miliar.

Muliaman mengatakan pihak otoritas terus mendorong percepatan pelaksanaan layanan tanpa kantor ini. Menurutnya dengan Laku Pandai, akses keuangan dapat meluas tanpa perlu menambah kantor cabang perbankan.

Bahkan, teknologi yang perlu disiapkan bank untuk pelaksanaan Laku Pandai ini dapat dikembangkan melalui kerjasama dengan perusahaan penyedia teknologi finansial (FinTech). “Itu sangat canggih, di bidang FinTech pun semakin banyak, dengan harga yang bersaing,” ujarnya.

Selain itu untuk mendorong percepatan pelaksanaan Laku Pandai, kata Muliaman, pihak otoritas mendorong kelompok perbankan lainnya untuk membuat program tersebut. “Bank kecil, bank menengah, dan BPD bisa lakukan laku pandai. Kalau tidak ada teknologi sendiri gunakan fasilitas bersama yang kemudian sekarang banyak ditawarkan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ihda Fadila
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper