Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permodalan Bank: CAR Industri Perbankan Terus Menguat

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio industri perbankan Tanah Air terus menunjukkan peningkatan, terutama pada kuartal akhir 2015.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 06 Maret 2016  |  19:01 WIB
Permodalan Bank: CAR Industri Perbankan Terus Menguat
Rupiah. - JIBI/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio industri perbankan Tanah Air terus menunjukkan peningkatan, terutama pada kuartal akhir 2015.

Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pada kuartal I/2015, atau lebih tepatnya Maret 2015, CAR bank mulai menurun hingga menyentuh titik terendah tahun lalu di angka 20,28% pada bulan keenam.

Pada Oktober 2015, kecukupan modal bank kembali naik hingga berada di angka 21,39% atau tertinggi dibandingkan dengan level CAR bank 3 tahun sebelumnya.

Analis Lembaga Penjamin Simpan Seno Agung Kuncoro menuturkan peningkatan CAR bank pada tiga bulan terakhir tahun lalu salah satunya disebabkan adanya kebijakan dari pihak regulator terkait penilai Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

"Adanya kebijakan OJK soal penilai ATMR yang lebih longgar diperkirakan mulai diimplementasikan oleh perbankan," ucapnya dalam Laporan Perekonomian dan Perbankan LPS Februari 2016 yang dikutip, Minggu (6/3/2016).

Lebih lanjut, Seno menuturkan total modal perbankan meningkat sebesar 2,61% month to month. Begitupun dengan rasio modal tier-1 atau modal inti perbankan meningkat sebesar 15 basis poin secara m-t-m menjadi 19%.

"Dengan demikian modal bank Tanah Air masih cukup tinggi dibandingkan kebutuhan modal berdasarkan Basel 3," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan lps
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top